YPH-PUI (Yayasan Perlindungan Hukum Pelaku Usaha Indonesia) Kota Lubuklinggau.
in

YPH-PUI Desak Disperindag dan Dispang Mengklarifikasi Pernyataan Sebelumnya

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Yayasan Perlindungan Huku, Pelaku Usaha Indonesia (YPH-PUI) Lubuklinggau mendesak Pemerintah Kota Lubuklinggau dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) menyampaikan permintaan maaf di publik.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua YPH-PUI Lubuklinggau, Andika Wira Kesuma secara esklusif kepada Silampari Media.

“Menanggapi berita yang beredar di media sosial, dimana sebelumnya Pemerintah melalui Disperindag dan Dispang menyatakan bahwa buah anggur yang dijual di seputaran Kota Lubuklinggau mengandung formalin dan pestisida,” katanya, Senin (16/9/2019).

Dari hal itu, YPH-PUI Lubuklinggau merasa keberatan atas peryataan tersebut, sebab sehari setelah peryataan Pemerintah, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Lubuklinggau melakukan pengujian dan hasilnya anggur tersebut tidak mengandung formalin.

“Kami sudah mengelilingi seputaran Kota Lubuklinggau dan tidak lagi menemui pedagang anggur. Peryataan yang telah disampaikan oleh pihak terkait menjadi momok oleh pelaku usaha untuk masuk ke kota Lubuklinggau karena pernyataan yang terlalu prematur,” lanjutnya.

Pihaknya mengharapkan agar pemerintah juga melakukan pengujian terhadap pelaku usaha lainnya terutama buah-buahan, baik iut kios, minimarket, supermarket agar masyarakat Kota Lubuklinggau merasa aman dalam mengkonsumsi buah.

“Saya menekannkan agar tidak ada diskriminasi antar pelaku usaha, apa yang telah dilakukan oleh Dinas terkait sudah merugikan pelaku usaha,” ujarnya.

Sedangkan M Ikhwan Amir Kabid Humas YPH-PUI Lubuklinggau mengatakan, bahwa Pemerintah Kota Lubuklinggau dalam hal ini Disperindag dan Dispang telah gegabah melakukan inspeksi mendadak, karena tidak mengikutsertakan unsur terkait seperti BPOM dan Dinas Kesehatan.

“Pernyataan dinas ini telah meresahkan masyarakat umum sebagai konsumen dan pembeli. Untuk itu mereka harus melakukan klarifikasi atas kedzoliman yang telah mereka lakukan terhadap pedagang kecil,” tegasnya.

Sejauh ini, menurutnya belum ada konsumen yang merasa dirugikan sehingga YPH-PUI Lubuklinggau sangat menyayangkan pernyataan dan stateman yang telah dikeluarkan oleh Dinas.

“Karena dengan statemen tersebut telah membuat masyarakat khawatir untuk melakukan pembelian buah-buahan yang ada di Kota Lubuklinggau,” sambung Dimas.

YPH-PUI Lubuklinggau ini hadir untuk memastikan terbelanya hak-hak hukum pelaku usaha, jangan sampai mematikan pelaku usaha kecil atas pernyataan tersebut.

Untuk itu YPH-PUI menyampaikan tuntutan kepada pemerintah Kota Lubuklinggau dan juga dinas terkait agar sesegera mungkin melakukan klarifikasi atas pernyataan yang telah disampaikan sebelumnya.

“Jika klarfikasi tersebut tidak disampaikan dalam 3×24 jam, maka YPH-PUI akan mengambil langkah hukum,” tegas M Ikhwan Amir.

Tuntutan kedua, atas azaz keadilan diminta kepada Pemerintah Kota Lubuklinggau untuk melakukan pengujian terhadap seluruh pedagang buah.

“Jangan hanya pelaku usaha kecil yang diuji, tetapi kami minta seluruh pedagang buah-buahan juga dilakukan pengujian agar adil, baik berupa kios, minimarket, ataupun supermarket,” tutup M Ikhwan Amir.

PENULIS : Aulia Azan Siddiq

SIMAK VIDEO TERKAIT ANGGUR FORMALIN DI LUBUKLINGGAU:

Kepala SMPN 7 Lubuklinggau Adakan Sertijab Ketua OSIS

Kontigen Kemenag Juara Ditingkat Provinsi