in

Wawako: Kecepatan Melayani Kunci Reformasi Birokrasi

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemkot Lubuklinggau, Selasa (17/12/2019) melaksanakan upacara memperingati HUT Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-48, Peringatan Hari Bela Negara ke-71 dan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Tahun 2019 di Lapangan Perbakin, Kelurahan Kayuara Lubuklinggau, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Wakil Wali Kota (Wawako) Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar saat membacakan amanat Presiden RI, H Joko Widodo mengatakan dirinya menginginkan agar birokrasi selalu berinovasi juga mengikuti prosedur yang ada.

Di sisi lain, persaingan antarnegara juga semakin sengit untuk berebut teknologi, berebut pasar dan memperebutkan talenta-talenta hebat yang digunakan untuk memajukan negaranya.

“Dalam menghadapi perubahan dan persaingan itu, kita tidak boleh takut. Kita harus menghadapi persaingan itu dengan cara-cara baru, dengan terobosan-terobosan baru,” ucap Sulaiman Kohar.

Kecepatan, kreativitas dan inovasi adalah kunci. Cara-cara lama yang monoton, yang tidak kompetitif tidak bisa diteruskan lagi. Kita harus bisa lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan negara lain, sambungnya.

Karena itu, dirinya mengajak seluruh anggota KORPRI untuk mengambil jalan perubahan, melakukan reformasi secara berkelanjutan. Tidak ada lagi pola pikir lama. Tidak ada lagi kerja linear. Dan tidak ada lagi kerja rutinitas. Birokrasi harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, cepat beradaptasi dengan perubahan. Pelayanan yang ruwet, berbelit-belit dan yang menyulitkan rakyat, harus kita pangkas.

“Kecepatan melayani menjadi kunci reformasi birokrasi,” tegasnya.

Orientasi birokrasi harus betul-betul berubah, bukan lagi berorientasi pada prosedur, tapi lebih berorientasi pada hasil nyata. Panjangnya rantai pengambilan keputusan juga harus bisa dipotong, dipercepat dengan cara penerapan teknologi. Bahkan saya sudah minta eselon 3 dan 4 untuk ditiadakan, sehingga pengambil keputusan bisa lebih cepat.

Selanjutnya terkait Hari Bela Negara, Wawako mengatakan dewasa ini, kita sama-sama cermati bahwa tantangan yang dihadapi bangsa dan negara kita, semakin hari semakin berat dan beragam bentuknya. Sebagaimana yang telah diingatkan oleh Bung Karno, bahwa perang modem bukan sekadar perang militer, melainkan peperangan yang menyangkut seluruh aspek kehidupan masyarakat.

“Semakin beragamnya ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan yang dihadapi bangsa ini, hanya bisa kita hadapi dengan keberagaman keahlian yang saling terkait dan mengisi,” terangnya.

Di sinilah terletak relevansi tekad kita untuk mewujudkan SDM Unggul demi kemajuan Indonesia yang kita canangkan sebagai tema peringatan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-74. Manusia Indonesia yang unggul adalah prasyarat utama untuk mengisi kemerdekaan sebagai modal dasar pembangunan kita di segala bidang.

Aksi Nasional Bela Negara juga melengkapi keahlian SDM kita dengan pengamalan nilai-nilai bela negara yang meliputi cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan benegara, kesetiaan dan keyakinan kepada Pancasila sebagai ideologi negara, kerelaan berkorban untuk bangsa dan negara, serta kemampuan awal bela negara dan semangat untuk mewujudkan negara yang berdaulat, adil dan makmur.

Acara dilanjutkan dengan penyematan Satya Lencana kepada 113 ASN atas pengabdiannya dengan masa bakti diatas sepuluh tahun. Dengan rincian 62 ASN dengan masa bakti 30 tahun, 27 ASN dengan masa bakti 20 tahun dan 24 ASN dengan masa bakti 10 tahun.

Penyematan dilaksanakan oleh Wawako didampingi Sekda, HA Rahman Sani selaku Ketua Dewan Pengurus (DP) Korpri.

PENULIS : Aulia Azan Siddiq

Libur Natal dan Tahun Baru 2020, Pertamina Siapkan Pasokan BBM 24 Jam

Aipda Supardi Purna Bakti, Polres dan Pemkab Gelar Perlombaan