Pemasangan jaringan gas di kota Prabumulih. ilustrasi
in

Warga Keluhkan Pungutan Pemasangan Jargas

MUSI RAWAS, Silmed.id – Kendati dalam sosialisasi seluruh pemasangan jaringan gas rumah tangga (Jargas-RT) digratiskan. Namun, fakta dilapangan masih ada pungutan dalam pemasangan jaringan.

“Katanya gratis, tapi masih ada pungutan sebesar Rp50 ribu per rumah,”jelas AR (45) warga Desa Jaya Tunggal Kecamatan Tuah Negeri kepada Silampari Media, Senin (29/7/2019).

Dijelaskan, pungutan tersebut tidak jelas. Sebab, petugas di lapangan tidak dapat menjabarkan detail terkait pungutan Rp50 ribu.

“Jargas diresmikan oleh Bupati Musi Rawas, harapan kami apa yang disosialisasikan dapat direalisasikan. Akan tetapi kenyataannya di lapangan berbeda,”terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Jaya Tunggal, Jhon menjelaskan, bahwa untuk realisasi pengerjaan pemasangan gas ke rumah warga saat ini sudah mencapai 30 persen.

“Untuk Jaya Tunggal mendapatkan kuota 350 sambungan jargas RT dan pengerjaannya bertahap direalisasikan,”tutur Jhon.

Mengenai adanya pungutan Rp50 ribu oleh petugas jargas RT oleh petugas. Maka dirinya mengakui bahwa pungutan tersebut untuk biaya pemasangan selang ke kompor per meter. Namun, hal tersebut bagi warga yang mau dan tidak diwajibkan atau dipaksa.

“Artinya bagi selang kompor yang tidak layak atau rusak bisa membeli dengan petugas dan satu meternya Rp50 ribu bagi yang mau,”pungkasnya.

PENULIS : Dedi Ariyanto
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Dana Kelurahan Masuk RKA Kecamatan

Terkait Penanganan Masalah Hukum, ini yang Dilakukan Pemkab Musi Rawas