TUNJUK - Dua warga Desa Sungai Jernih menunjukan bukti kepemilikan tanah yang digusur oleh Pemdes.
in

Warga Geram, Dituding Maling dan Dilaporkan ke Polisi

MURATARA, Silmed.id – Masyarakat Desa Sungai Jernih, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, geram dengan aksi Penjabat (Pj) kepala desa mereka. Pasalnya sejumlah warga dituding maling dan menyerobot lahan yang digunakan Pemerintah Desa untuk membuat akses jalan dan perkebunan cabai.

“Tanah ini kami dapat dari membeli, saya sakit hati dituduh maling didepan orang bayak. Padahal Pemdes yang menggusur lahan kami tanpa izin, bukannya minta maaf malah kami yang dilaporkan ke polisi, ” kata Mimi warga yang sempat dibincangi, Rabu (25/9/2019).

Dia mengatakan, awalnya mereka tidak tahu jika ada program pembuatan jalan dan perkebunan cabai di desa mereka. Awalnya jalan yang hendak dibuat bukan di lahan mereka. Namun tiga hari lalu sejumlah alat berat langsung mengeksekusi lahan milik sejumlah warga.

“Jelas kami marahlah, izin tidak main gusur saja. Semua patok tanah dicabut dan dibuang begitu saja, “ungkap Mimi.

Selanjutnya warga yang tergena gusur paksa itu, berencana akan melaporkan balik Pj Kades Sungai Jernih, karena menunjukan sikap arogansi dan merampas tanah masyarakat.

“Jelas ini jalurnya pidana, kami akan laporkan balik dengan pasal berlapis. Satu jengkal tanah pun tidak akan saya berikan, karena kami punya surat kepemilikan,” bebernya.

Sementara itu Pj Kades Sungai Jernih, Davit Haryadi saat dikonfirmasi membenarkan adanya pengusuran lahan itu. Dia mengatakan warga yang mengklaim lahan itu salah alamat karena mereka mendapatkan izin dari ahli waris H Roni.

“Itu lahan milik H Roni dengan surat 1985, ahli waris mereka yang memberikan kami izin. Sedangan warga membeli dari orang lain dengan surat 2015, sebetulnya warga itu korban, karena bukan membeli dengan si pemilik lahan,”bebernya.

Terkait pelaporan sejumlah warga ke pihak kepolisian oleh Pemdes. Davit Haryadi megatakan itu lantaran warga melakukan penyetopan paksa terhadap pengerjaan yang mereka lakukan.

“Semestinya warga datang ke Pemdes dan minta solusi jangan main hakim sendiri. Pemerintah jangan dimusuhi, “tegasnya singkat.

PENULIS : Adi Hidayat
EDITOR   : Dedi Ariyanto

Pengurus OSIS Mandi Air Kembang

Tujuh Desa di Muratara Pilkades Serentak