PEMAPARAN : Lurah Muara Enim, Elmawati Adenan saat memberikan pemaparan tentang nilai lebih Kelurahan Muara Enim di hadapan Dewan Juri dalam rangka penilaian tahap akhir Lomba Kelurahan Tingkat Nasional Tahun 2019 di Kantor Dirjen BPD Kemendagri, Jakarta, Kamis (8/8/2019). Foto : ist
in

Wali Kota Semangati Lurah Muara Enim Saat Paparan Lomba Kelurahan Tingkat Nasional

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Dukungan moril kepada Kelurahan Muara Enim yang saat ini sedang mengikuti penilaian tahap akhir Lomba Kelurahan Tingkat Nasional Tahun 2019 di Kantor Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (8/8/2019) sungguh luar biasa.

Terbukti saat Lurah Muara Enim, Kecamatan Lubuklinggau Barat, Elmawati Adenan, menyampaikan paparan dihadapan dewan juri, sejumlah pejabat teras daerah ini hadir secara langsung di arena lomba. Mereka adalah Wali Kota Lubuklinggau, H. SN Prana Putra Sohe, Ketua DPRD Kota Lubuklinggau, H Rodi Wijaya, Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina, Kepala Dinas PMD Provinsi Sumsel, H. Yusnin, Kepala Dinas P3APM Kota Lubuklinggau, Heri Zurinta dan Camat Lubuklinggau Barat I, Walyusman, S.Sos

Di hadapan dewan juri, Lurah Muara Enim, Elmawati menyampaikan paparan selama 20 menit, dilanjutkan dengan pemutaran video tentang Selayang Pandang Kelurahan Muara Enim 10 menit, serta sesi tanya jawab selama 25 menit.

“Materi paparan antara lain profil tentang Kelurahan Muara Enim yang meliputi inovasi yang ada di Kelurahan Muara Enim seperti Kampung Herbal, Kampung Dongeng serta keunggulan lain dari Kelurahan Muara Enim, seperti memiliki empat komplek perumahan, kopi khas Ananda, sanggar tari dan masih lestarinya tradisi dan adat menikah oleh masyarakat setempat,” ungkap Elmawati.

Saat sesi tanya jawab, dewan juri dari Ditjend Bina Pemdes juga mengajukan pertanyaan kepada Wali Kota Lubuklinggau, Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau dan Kadis PMD Provinsi Sumatera Selatan.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu, rombongan tim penilai dari Kementerian Dalam Negeri melakukan penilaian secara langsung ke Kelurahan Muara Enim. Saat itu, tim penilai disambut langsung oleh Lurah Muara Enim, Camat Lubuklinggau Barat I, Walyusman dan tokoh masyarakat dengan pengalungan kain khas Lubuklinggau.

Ketua Tim Penilai, Arief Iriansyah mengapresiasi antusiasme warga Kelurahan Muara Enim dengan gelaran lomba tersebut. Ia mengaku sudah melihat sekilas kondisi Kelurahan Muara Enim di perjalanan menuju ke lokasi acara. Ia juga berjanji akan menilai seobyektif mungkin dengan kondisi yang sebenarnya.

“Hasilnya ini akan kami sampaikan ke pimpinan di Kemendagri dan semoga Kelurahan Muara Enim meraih juara, minimal terbaik pertama,” ujarnya sembari bercanda.

Prestasi Kelurahan Muara Enim dikatakan Wawako Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar juga menjadi prestasi Kota Lubuklinggau dan turut mengharumkan nama Provinsi Sumsel. Ia menyatakan kebanggaannya dengan hasil kerja keras staf Kelurahan Muara Enim dan warga yang telah menjalankan sejumlah program yang ada. Kelurahan Muara Enim dikenal sebagai Kampung Bebas Gadget. Dengan predikat ini, anak-anak di Kelurahan Muara Enim diarahkan tidak kecanduan menggunakan smartphone. Anak-anak dialihkan dengan berbagai kegiatan positif, salah satunya dikumpulkan untuk mendengarkan dongeng.

Kegiatan itu menjadikan Kelurahan Muara Enim juga menjadi Kampung Dongeng pertama di Kota Lubuklinggau yang rencananya juga akan dilaksanakan di semua kecamatan. Selain peninjauan langsung oleh tim penilai, Lurah Muara Enim juga memaparkan kondisi dan fakta kelurahan yang dipimpinnya melalui tayangan video. Ia menjelaskan berbagai produk unggulan yang dihasilkan Kelurahan Muara Enim, seperti tas anyaman dan kopi berbagai varian rasa. Selain itu, ada pula tanaman serai wangi yang didistribusikan ke PT Linggau Bisa dan diolah menjadi minyak serai serta pengharum.

PENULIS : Bayu Pratama Sembiring
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Pernah Penasaran Tentang Arti “Jalur H.O.G” di Simpang RCA? Nah Ini Penjelasannya

Rumah Abdul Jabar Nyaris Ludes Dilalap Api