in

Wali Kota Lubuklinggau Ingin Bangun Pabrik Wood Pellet, Pertama di Asia Tenggara

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Wali Kota Lubuklinggau, H.SN Prana Putra Sohe berencana membangun pabrik wood pellet dari limbah plywood yang berguna sebagai bahan bakar.

Ia menjelaskan, jika wood pellet merupakan bahan bakar dari kayu akan tetapi memiliki nilai jual tinggi seperti batubara.

“Jadi wood pellet itu adalah bahan bakar yang dibuat sedemikian rupa dari bahan kayu yang seperti batubara,” kata Nanan.

Menurutnya, Lubuklinggau bisa mempunyai pabrik wood pellet dengan kualitas yang baik. Untuk itu pihaknya akan merencanakan hal tersebut.

“Kami akan merencanakan pembangunan pabrik tersebut, mungkin bisa saja nanti di daerah Kelurahan Air Temam. Dan itu merupakan pertama kali di Asia Tenggara,” jelasnya.

Nanan menambahkan, adanya pabrik tersebut diharapkan bisa menyerap tenaga kerja. Diawal mungkin menurutnya 300 sampai 500. Tapi kedepan bisa sampai 1.000 orang. Apalagi 75 persen hasilnya akan di ekspor ke luar negeri.

“75 persennya dia ekspor ke Korea. Jadi Linggau nanti akan ada dua unggulan ekspor. Pertama serai wangi ke Amerika (USA) dan Perancis. Kemudian wood pellet ke Korea Selatan (Korsel),” bebernya.

Untuk diketahui, Wood pellet atau pelet kayu adalah jenis bahan bakar alternatif terbarukan yang lebih ramah lingkungan (Bioenergy). Pelet kayu memiliki bentuk yang mirip dengan briket kayu tetapi ukuran dan bahan perekatnya berbeda.

Kayu keras seperti kayu Kaliandra Merah menjadi salah satu bahan dasar terbaik dalam pembuatan pelet kayu. Selain itu, limbah kayu yang diolah menjadi serbuk juga dapat dimanfaatkan sebagai pelet kayu.

Karena berasal dari pepohonan, pelet kayu mampu menghasilkan jumlah emisi gas buangan yang 10 kali lebih rendah daripada batu bara dan bahan bakar minyak. Selain itu, limbah dari pelet kayu juga lebih aman dari batu bara, bahkan dapat dimanfaatkan kembali untuk pupuk tanaman. Hebat kan?

Pelet kayu memiliki sifat seperti kayu bakar yang ketika digunakan dapat dipadamkan terlebih dahulu dan digunakan lagi kemudian. Meski begitu, kandungan kalori pada pelet kayu mendekati kalori pada batu bara, lho! Pada batu bara terdapat 5.000 – 6.000 kKal dan pada pelet kayu yaitu sekitar 4.200 – 4.800 kKal dengan kadar abu sekitar 0,5-3%. Hal ini karena dalam proses pembuatannya pelet kayu telah melewati fase pengeringan sehingga kadar air pada kayunya sudah hilang.

Pelet kayu telah dimanfaatkan oleh berbagai negara seperti Korea, Jepang, China, Jerman dan juga USA sebagai bahan bakar penghangat ruangan. Namun, negara-negara tersebut belum mampu mencukupi kebutuhan pelet kayu di negaranya karena pertumbuhan kayu yang lebih lama di sana.

Saat ini, berbagai perusahaan industri, pabrik, bahkan UKM sudah mulai memilih pelet kayu sebagai bahan bakar mereka. Lagi, pelet kayu juga bisa kamu manfaatkan sebagai bahan bakar untuk panggangan BBQ karena akan jauh lebih mudah untuk terbakar daripada arang. Bahkan saat ini, sudah ada banyak jenis kompor pelet yang mulai digunakan oleh masyarakat.

PENULIS : Jofan Saputra
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Walikota Suapkan Potongan Tumpeng ke Istrinya, Ultah ya?

Jaksa Tuntut IM “Pelaku Pembunuhan” Erwin Satu Tahun Penjara. Begini Nasib Pelaku Lainnya