Ichsan atlit balap sepeda yang tidak sadarkan diri akibat bertabrakan dengan sepeda motor, Senin (15/7/2019). Foto : Bayu Silmed
in

Versus Tukang Ojek, Atlit Sepeda Tak Sadarkan Diri

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Kejadian Nahas menimpa Ichsan Alief Nugraha yang merupakan Atlet sepeda Tim Sumatera Selatan (Sumsel) Pra-Pon XX dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) balap sepeda Road Race Individual Time Trial (ITT) putra. Pasalnya dirinya mengalami insiden tabrakan dengan pengemudi ojek, Senin (15/07/2019) sekira Pukul 10.30 wib saat beradu start dari lapangan Perbakin, tepatnya di Lintasan lurus jalan poros Ahmad Yani (depan SD N 02 Lubuklinggau), Kelurahan Kayuara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.
Karena kejadian tersebut ichsan harus dilarikan ke Rumah Sakit AR. Bunda untuk mendapatkan pertolongan pertama serta perawatan intensif. Sedangkan sang pengemudi sepeda motor dibawa ke Polres Lubuklinggau untuk dimintai keterangan.
Sementara menurut Sudarsono (38) warga RT.03, Kelurahan Kayuara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I yang kebetulan melintas dan menyaksikan kejadian tersebut menerangkan jika saat iring-iringan rombongan pesepeda, pengemudi motor yang berprofesi sebagai tukang ojek tersebut mendadak belok sehingga kecelakaan tidak terelakkan.
“Mamang rasoku dak jingok men masih ado siso pesepeda di belakang, dio ni nak narek penumpang mendadak belok sementara pesepeda tadi la dekat.”¬†ujarnya menerangkan.
Dalam kejadian tersebut Ichsan kehilangan kesadaran diri sehingga sempat menjadi tontonan warga yang berada di lokasi, bahkan sempat dikira meninggal dunia.
“Pas ye tegolek tu pekerku mati wang tu, ulasa idak, pinsan be. Langsung dibawak ke rumah sakit,” sambung Sudarsono.
Sementara Budi (46) yang merupakan orang tua Ichsan meski sempat panik namun ia masih mengucapkan syukur karena tidak terjadi hal yang serius terkait keselamatan jiwa anaknya.
“Alhamdulillah Ichsan cuma syok dan luka ringan, tidak ada yang serius. Saat ini dia sudah boleh pulang karena tidak ada yang serius. Doakan supaya bisa segera bersepeda lagi,” ujarnya kepada media.
Ia berharap agar ke depan pengamanan trek harus menjadi prioritas utama dalam setiap pertandingan.
“Ya semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan menjadi pelajaran bagi panitia untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan atlit. Agar semuanya dapat menjadi perbandingan bagi kejuaran yang akan datang,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (PB ISSI)Sumatera Selatan Leonardi Sohe mengucapkan permohonan maafnya atas insiden tersebut.
“Yang pasti kami mengucapkan permohonan maaf kepada atlet dan keluarganya karena bagaimanapun ini tempat kita jadi tuan rumah harus bertanggung jawab. Walaupun insiden seperti merupakan resiko yang audah dipahami semua atlit namun tetap saja hal ini diluar dugaan, ini akan kita evaluasi untuk pembelajaran event-event yang akan datang,” ujar pria yang juga merupakan caleg terpilih Periode 2019-2024 Kota Lubuklinggau Tersebut.
Dijelaskan juga oleh Leonardi bahwa memang ada beberapa insiden dalam perlombaan kali ini.
“Yang pertama ya saling senggol sesama peserta sehingga menyebabkan hilang kendali dan jatuh, yang kedua ya yang terjadi pagi ini. Tetapi semuanya sudah ditangani dengan baik oleh panitia, atlet sudah di bawa ke rumah sakit dan dilakukan rontgen hasilnya tidak adanya luka serius sehingga atlet sudah bisa kembali beraktifitas,” ungkap Leonardi.
Ia juga mengaku untuk meminimalisir kejadian yang sama, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Polres Lubuklinggau agar bisa membantu sterilisasi trek sehingga bisa aman bagi para atlit.

PENULIS : Bayu Pratama Sembiring

EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Batu Urip Taba Sambut Pemimpin Baru

Rusak Motor dan Ancam Bunuh Saudara, Ari Diamankan Polisi