in

Unras di Kejati Dinilai Terlalu Tandensius

MURATARA,Silmed.id – Adanya aksi unjuk rasa (Unras) di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel). Hal itu tindakan terlalu tandensius. Demikian disampaikan Ketua Himpunan Mahasiswa Musi Rawas Utara (Himatara), Khairul Azmi kepada wartawan, Kamis (31/10/2019).

“Terlalu tendensius, apalagi tuntutan yang tidak terarah, alangkah lebih baiknya jika memang peduli terhadap pembangunan Muratara para aktivis Sumsel ini menilai secara objektif, jika memang benar ada kasus soal pak bupati bisa sebutkan kasus apa dan tentang apa,” kata dia.

Jika seperti ini, sambung dia, dirinya takut banyak spekulasi yang beredar, karena Muratara sebentar lagi akan mengadakan pesta demokrasi.

“Jangan-jangan demo ini ada yang menunggangi demi kepentingan politik untuk pilkada, atau untuk kepentingan lainnya,” ucapnya.

Menurut dia, sejauh ini kinerja bupati dan wakil bupati, lumayan cukup signifikan karena semuanya tahu bahwa Muratara adalah daerah otonomi baru, dalam masa periodesasi ini pembangunan sudah sampai ke pelosok desa dan juga seluruh elemen terakomodir.

“Untuk seluruh pemuda Muratara, mari kita bersama-sama mengawal secara objektif seluruh aktifitas pemerintahan di Muratara, kita sebagai kontrol sosial wajib menyuarakan jika memang terjadi ketimpangan,” pungkasnya.

Seperti diketahui sejumlah Aktivis Sumsel Bersatu (ASB), sambangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis, (31/10), sekitar pukul 10.30 wib. Aksi unjuk rasa ini menuntut agar Kejati mengusut tuntas 20 kasus korupsi yang terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

PENULIS : Dwi Apriyani
EDITOR   : Dedi Ariyanto

Memasuki Musim Hujan, Harga Sayuran Belum Stabil

Dianggap Lambat Tangani Kasus Korupsi, Kantor Inspektorat dan Bupati Mura Didemo