in

UMK Lubuklinggau Akan Naik 8,51 Persen

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Upah Minimum Kota (UMK) Lubuklinggau yang awalnya hanya Rp 2,8 juta, sekarang naik menjadi Rp 3.043.111 atau setara dengan Provinsi yang mengalami kenaikan sebesar 8,51 persen dari sebelumnya.

Rencana kenaikan Upah ini, setelah sebelumnya Upah Minimum Provinsi (UMP), terjadi kenaikan, hal ini juga berdampak bagi Kabupaten dan Kota tak terkecuali Kota Lubuklinggau.

Saat ini UMP Sumsel telah ditetapkan sebesar Rp 3.043.111 dan sudah ditanda tangani dan disetujui oleh gubernur Sumatra Selatan (Sumsel).

Besaran UMP ini mengalami kenaikan sekitar 8,51 persen atau sekitar Rp 238.658 jika dibandingkan dengan tahun 2019 ini.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Lubuklinggau, Purnomo mengatakan masalah Upah Minimum Kota (UMK) Lubuklinggau mengikuti UMP Sumsel.

“Jadi untuk kota Lubuklinggau sudah saya disposisikan untuk mendapat persetujuan dari wali kota,” kata Purnomo saat dihubungi, Selasa (5/11/2019).

Ada pun pertimbangan Disnaker Lubuklinggau menaikan UMK Lubuklinggau didasarkan pada tuntutan kebutuhan masyarakat yang akhir-akhir serba mengalami peningkatan.

“Kita hanya menjembatani antara pekerja dan pemberi kerja jangan sampai ada ketimpangan. Apabila perusahaan itu labanya lebih banyak mengapa tidak dibagi dengan para pekerjanya, artinya lebih kepada berbagi kesejahteraan,” ungkap Purnomo.

Menurutnya, ketika upah para pegawai meningkat secara langsung bisa mengurangi angka kemiskinan, karena bila upah naik maka tingkat kesejahteraan pegawai juga meningkat, karena kebutuhan para pekerjanya cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Purnomo menambahkan, jumlah perusahaan di Kota Lubuklinggau saat ini ada 400 perusahaan, tapi baru 20 persen yang menerapkan UMP karena perusahaan itu berskala besar.

“Untuk sisanya banyak perusahaan sedang dan perusahaan skala kecil. Untuk perusahaan kecil ini kita memberikan pertimbangan jangan sampai perusahaan hengkang, yang dirugikan pegawainya sendiri, yang penting asal cukup makan dulu,” imbuhnya.

PENULIS : Jofan Saputra
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Disinyalir Tak Berizin, Wabup Hentikan Aktifitas Galian C

Rumah Sakit Jiwa Hadir di Lubuklinggau. Masyarakat Berobat Tidak Harus Keluar Kota