in

Tuntut Kejelasan Lahan Eks Cikencreng, Emak-emak Gelar Yasinan

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Puluhan warga pada Senin (4/11/2019), menggelar aksi demo dengan menuntut supaya Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau, memberikan kejelasan terkait dengan permasalahan eks lahan Cikencreng yang tak kunjung selesai.

“Sudah berpuluh tahun kami hidup disana. Sudah puluhan tahun kami tidak terusik, sekarang kami terusik tidak tidur nyenyak, kami tidak butuh pantai, kami butuh kepastian tanah kami,” ungkap Alek dalam orasi mewakili warga yang hadir.

Ia mengaku sudah bosan, mereka sudah mengadu ke DPRD, sudah dua kali untuk difasilitasi. Namun hingga sampai saat ini belum ada kejelasan.

“Jangan sampai hak kami ditindak, karena bagian terpenting bagian dari rakyat, pejabat Pemkot Lubuklinggau dipilih oleh rakyat, sebagai wakil kami dipemerintahan,” ungkapnya.

Untuk itu, mereka meminta kepastian hukum atas lahan yang mereka tempati saat ini, dalam hal ini Pemkot Lubuklinggau segera memberikan apa yang masyarakat inginkan.

Sementara Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe mengatakan, permasalahan lahan PT Cikencreng sudah berlarut -larut dari dahulu hingga sekarang belum selesai.

“Kita sudah membentuk tim yang diketuai Wawako dan Kapolres, kemaren belum sempat turun karena Pilpres, tiba-tiba sudah ada demo, saya bingung,” paparnya.

Kemudian munculnya relokasi itu sebagai bentuk wujud ganti rugi karena pemkot tidak punya anggaran, maka masalah lahan dan tanam tumbuh itulah bentuk relokasi.

“Besarnya relokasi sesuai dengan luas lahan dan tanam tumbuh, bukan ukuran 10-20 seperti isu yang disampaikan oleh masyarakat, kemudian jangan melihat nilainya karena setiap tahun meningkat,” katanya.

Ditempat terpisah, pendampingan hukum, Sambas saat ditemui juga membenarkan apa yang telah disampaikan Wali Kota tersebut.

“Yang mau usul direlokasi disepakati, yang mau mengusulkan ganti rugi juga sudah disetujui. Walaupun memang belum ada MoU secara tertulis, tapi setidaknya sudah disepakati dan disaksikan oleh kepolisian, TNI dan masyarakat lainnya.

Namun ia menjelaskan, dirinya juga enggan disebut sebagai penggerak massa yang berorasi di Kantor Pemkot Lubuklinggau tersebut.

“Kapasitas saya sebagai pendamping hukum resmi, kalau massa ini dari forum,” ucapnya singkat.

Saat disinggung, apabila dikemudian hari apa yang telah disepakati tersebut tidak terealisasi oleh Pemerintah Lubuklinggau. Ia menjawab akan mensiapkan langkah hukum selanjutnya.

“Jika kemudian hari Pemerintah Kota mengingkari apa yang telah disepakati hari ini, tentunya kami siapkan langkah hukumnya kedepan seperti apa. Yang jelas sampai tuntutan warga terpenuhi,” tutupnya diakhir pembicaraan.

Sementara itu, selain melakukan orasi, ada pemandangan yang sedikit hikmat. Puluhan emak-emak yang tergabung dalam Forum Musyawarah Masyarakat Linggau Bersatu (Formma Luber), yang berasal dari delapan kelurahan yakni Tanjung Raya, Durian Rampak, Petanang Ulu, Petanang Ilir, Taba Baru, Belalau II, Sumber Agung, dan Belalau I ini.

Mereka menggelar doa dan membaca yasin bersama, berharap agar tuntutan mereka dikabulkan oleh Pemkot Lubuklinggau diijabah tuhan yang maha esa.

PENULIS : Jofan Saputra
EDITOR    : Dedi Ariyanto

Walikota Kembali Tegaskan Warga Jangan Mudah Terprovokasi

PDAM Tak Memuaskan, Postingan Lama Prana Putra Sohe Diserbu Netizen, Ini Tanggapan PDAM