in

Totalitas Perjuangan Jadi Lagu Terbanyak Dinyanyikan, Berikut 7 Fakta dan Data Aksi Demo Mahasiswa Lubuklinggau

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Rabu (25/9/2019) gedung DPRD Kota Lubuklinggau dibanjiri oleh mahasiswa yang melakukan aksi damai menuntut pembatalan pengesahan Revisi Undang-undang KPK dan menolak RKUHP. Aksi berjalan damai tanpa anarkis dan diakhiri dengan penyegelan pintu depan gedung DPRD Kota Lubuklinggau.

Lalu apa saja fakta dan data aksi unjuk rasa mahasiswa di Kota Lubuklinggau yang berujung penyegelan tersebut? Berikut Silampari Media sajikan.

1. Masa Terbesar Aksi Berasal dari Tiga Perguruan Tinggi dan Tiga Organisasi Kemahasiswaan

Aksi demonstrasi yang sempat membuat macet jalanan tersebut diikuti oleh tiga perguruan tinggi, yaitu Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP), Universitas Musirawas (Unmura), dan Universitas Bina Insan. Ada juga terlihat beberapa peserta aksi menggunakan almamater Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bumi Silampari.

Kemudian untuk organisasi kemahasiswaan yang terlihat hadir adalah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Pemuda Pancasila.

2. Peserta Terbanyak Berasal dari STKIP PGRI Lubuklinggau

Dari pantauan Silampari Media, peserta demonstrasi yang menggunakan almamater berwarna biru mendominasi kerumunan, lebih dari setengah peserta aksi menggunakan almamater biru. Sementara almamater biru satu-satunya merupakan milik STKIP Lubuklinggau

3. Lagu Totalitas Perjuangan, Enam Kali Dinyanyikan Peserta Aksi

Lagu populer para aktivis kampus tersebut nampaknya menjadi favorit bagi mahasiswa peserta aksi untuk dinyanyikan. Tercatat oleh Silampari Media, sembilan kali lagu tersebut dinyanyikan. Rincinya satu kali saat mahasiswa STKIP Lubuklinggau akan keluar gerbang, dua kali saat perjalanan menjemput peserta dari Unibi, satu kali saat berada di titik kumpul Taman Olahraga Silampari, satu kali saat perjalanan menuju gedung DPRD Kota Lubuklinggau, dan satu kali saat berada di Gedung DPRD Kota Lubuklinggau.

Selain itu, mahasiswa juga menyanyikan lagu “darah juang”, “Indonesia Raya”, “Indonesia Pusaka”, serta lagu-lagu wajib nasional yang membangkitkan semangat.

4. Tidak Ada Satupun Anggota DPRD Lubuklinggau yang Hadir

Sempat menunggu kehadiran wakil rakyat, akhirnya peserta aksi mendapatkan kabar dari Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono jika ternyata seluruh anggota dewan sedang tidak ada di tempat. Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris DPRD Kota Lubuklinggau, Fajarudin, yang menerangkan jika semua anggota dewan sedang Dinas Luar (DL).

5. Mahasiswa Segel Gedung DPRD Kota Lubuklinggau

Kesal tak ditanggapi oleh anggota dewan yang lebih memilih DL, para peserta aksi menyegel kantor DPRD Kota Lubuklinggau. Penyegelan dilakukan dengan memasang spanduk besar yang bertuliskan “Gedung ini Disita Rakyat dan Mahasiswa” serta mengikat gagang pintu gedung DPRD dengan menggunakan tali hitam.

6. Aksi Lanjutan Pada 30 September

Mahasiswa akan kembali melakukan aksi demonstrasi pada tanggal 30 September 2019. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua GMNI Kota Lubuklinggau, Rike Dwi Putra, dan Ketua HMI Kota Lubuklinggau, Arman. Mereka menyebutkan jika aksi lanjutan tersebut sebagai peringatan bagi DPRD untuk jangan meremehkan rakyat dan mahasiswa. Diketahui juga bahwa Kamis (26/9/2019) malam, akan diadakan rapat koordinasi antar petinggi mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan.

7. Personil Keamanan yang Diterjunkan Sedikitnya Berjumlah 280 Personil

Dari 280 personil keamanan tersebut 210 diantaranya merupakan personil kepolisian, 40 personil berasal dari TNI dan 30 Personil dari Pol-PP.

Demikianlah data dan fakta aksi demonstrasi Rabu (25/9/2019) di gedung DPRD Kota Lubuklinggau. Semoga aksi tersebut benar akan membawa maslahat bagi kepentingan rakyat dan aksi yang akan datang agar tidak anarkis. Semoga saja.

PENULIS : Bayu Pratama Sembiring
EDITOR   : Dodi Chandra

Tujuh Desa di Muratara Pilkades Serentak

Poster Mahasiswa Linggau Saat Demo Bikin Nyengir, yang Terakhir Maksudnya Apa Ya?