ASAP-Terlihat asap diwilayah Lubuklinggau sudah membatasi jarak mata. Serta udara sudah terasa tidak baik bagi kesehatan. Foto : Jofan Silmed
in

Tidak Ada Titik Hotspot, Asap di Lubuklinggau Asap Kiriman

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Udara di wilayah Lubuklinggau sekitarnya sejak Senin, (14/10) pagi sudah tidak bersahabat, ini dikarenakan kabut asap yang semakin tebal.

Saat dihubungi, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, Luthfi Ishak melalui sekretaris, Waidi menjelaskan bahwa asap yang menyelimuti di Lubuklinggau merupakan asap kiriman.

“Ini kemungkinan kiriman dari daerah lain seperti wilayah Jambi, Musi Banyuasin dan lainnya,” terangnya.

Pihaknya berani menyimpulkan, karena hingga saat ini di Lubuklinggau belum terlihat titik api.

“Kita inikan tidak punya alat pendeteksi titik hotspot. Adanya di Palembang. Biasanya kalai ada hotspot tim dari Provinsi itu langsung mengkabari kami. Hingga saat ini kami juga belum ada melakukan pemadaman api,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Lubuklinggau, H Rodi Wijaya memberikan himbauan kepada masyarakat untuk memakai masker.

“Kita lihat jika asap sudah sangat membahayakan. Kami himbau masyarakat Lubuklinggau untuk menggunakan masker,” kata Rodi, sapaannya.

Sementara itu, warga Kelurahan Taba Jemekeh, Indra (56) mengungkapkan jika asap kali ini di Lubuklinggau sudah sangat tebal.

“Asap kali ini tidak seperti biasanya. Sudah sangat tebal, pagi-pagi ke pasar saja jatak pandang sudah tidak begitu jelas. Ini juga harus pakai masker,” jelas Indra yang bekerja sebagai tukang ojek.

Ia juga berharap, Pemerintah bisa tegas jika ada oknum yang melakukan pembakaran hutan dan lahan.

“Langsung tangkap saja, jangan kasih ampun lagi kalau ada pelaku tertangkap. Karena ulah dia semua orang merasakan dampaknya,” cetusnya dengan nada kesal.

PENULIS : Jofan Saputra
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Ratusan Siswa Tuntut Kepsek Diganti

Pemkot Gelar Sharing Best Practice Pelaksana Verifikasi dan Validasi Data Terpadu