Foto: Pelaku (celana pendek) saat diamankan di Polsek Kuta Selatan (ist)
in

Tersangka Penusukan Ketua PPS Selangit Diciduk di Bali

MUSIRAWAS, Silmed.id – Masih ingat dengan peristiwa penusukan Ketua PPS Selangit Kabupaten Musi Rawas pada Pemilu 17 April lalu? Ya, pelaku penusukan bernama Febri Atmiko itu akhirnya berhasil diciduk polisi di Pulau Dewata, Bali.

“Pelaku penusukan ketua PPS di Musi Rawas April lalu telah kami tangkap di Bali. Hari ini baru sampai di Mapolres,” ujar Kapolres Musi Rawas AKBP Suhendro melalui Kasat Reskrim Polres Musi Rawas, AKP Wahyu S saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (12/8/2019).

Dikatakan Wahyu, pelaku ditangkap di kos-kosan di Kabupaten Badung, Bali, Jumat (10/8/2019) sekitar pukul 23.30 WIB. Sebelum ke Bali, Febri disebut sempat berpindah-pindah tempat tinggal. Akibat penusukan tersebut, korban Rio Habibi mengalami luka tusuk di daerah punggung, bahu dan tangan.

“Setelah melakukan penusukan terhadap korban pelaku langsung melarikan diri ke daerah Sumedang. Selama lebih kurang 15 hari dia tempat mertuanya, kemudian pelaku kabur ke Bali dan dia menetap di sana,” katanya.

Setelah ditangkap, pelaku pun akhirnya membeberkan alasan penusukan, Febri menyebut motif karena adanya selisih paham. Terutama masalah kunci kotak surat suara yang berlebih.

“Pelaku ini selaku Linmas di TPS RT 06 mengkomplain ke korban selaku ketua PPS terhadap kotak suara DPR RI yang terdapat dua buah kunci. Kemudian si korban dan pelaku teleibat ribut mulut dan korban memukul pelaku sebanyak satu kali ke arah muka. Termasuk juga penusukan,” kata Wahyu.

Sekedar mengingatkan, Ketua KPPS Selangit Rio Habibi, ditusuk pisau oleh oknum seorang anggota perlindungan masyarakat (Linmas), Febri. Alasannya, Rio dituduh menyembunyikan anak kunci kotak suara ketika pemungutan suara akan berlangsung.

Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 07.00WIB. Mulanya Febrian yang bertugas sebagai Linmas di TPS 08 diperintahkan untuk mencari kunci kotak suara.

Namun, dari tiga kunci yang ada, Febrian hanya menemukan dua kunci. Febrian curiga jika satu kunci lagi disembunyikan oleh Rio. Karena kecurigaan itu, Febrian emosi dan menusuk Rio di bagian dada.

Pelaku curiga kunci itu disembunyikan korban, padahal tidak. Sehingga korban ditusuk didada. Diketahui usai menusuk Rio, Febrian melarikan diri.

source: detikNews

Dana PKH Tak Kunjung Cair, Ibu-ibu Leban Jaya Datangi Dinsos Mura

Enam Bulan Terakhir, Terjadi 10 Kali Kebakaran