REKONSTRUKSI - Mapolres Lubuklinggau menggelar rekonstruksi perkara pembunuhan dengan tersangka Apriyanto alias Siska Sarangheo, Jum’at (27/9/2019). Foto : Jofan Silmed
in

Tersangka Pembunuhan Ipung Masih Bisa Cengar Cengir

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Apriyanto alias Siska Sarangheo salah satu dari terduga pelaku pembunuhan atas Muhammad Effendi alias Ipung (65) digelar di Mapolres Lubuklinggau, Jumat (27/9/2019) siang terlihat santai.

Siska Sarangheo yang merupakan artis media sosial yang nge top di Lubuklinggau terkenal lewat gaya dan gimick “Sarangheo Brutt” ini, sekali-sekali terlihat malu-malu kemayu menjelaskan adegan perencanaan pembunuhan tersebut.

Dalam adegan tersebut, ia juga mengakui jika dirinya meminta dua orang tersangka lain untuk melakukan pembunuhan dengan iming-iming uang.

“Aku ngomong dengan kawan aku tu, ado lokak malam agek galak dak kamu. Aku kasih duit Rp 1 juta,” kata Siska.

Setelah menerima uang tersebut, Siska menjelaskan bahwa dirinya dan tersangka lain menunggu waktu tengah malam di suatu tempat dan langsung ke rumah korban untuk melakukan apa yang telah direncanakan sebelumnya.

Bahkan dalam rekonstruksi tersebut, ia terlihat tidak canggung ketika dimintai meragakan gaya kawakan “Sarangheo Bruttt”, sembari cengar cengir.

WhatsApp Video 2019-09-27 at 17.28.12

Mengingatkan kembali kisah berdarah ini terjadi pada pada hari Jum’at tanggal 23 Agustus 2019. Muhammad Ipung Efendi alias Ipung, seorang pemilik salon di jalan Yos Sudarso Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I ditemukan tewas bersimbah darah. Keadaan perut penuh tusukkan dan kepala luka robek karena pukulan benda keras.

Hasil penyelidikan yang dilakukan aparat Kepolisian, ternyata pelaku berjumlah tiga orang, salah satunya yakni Siska Sarangheo. Sedangkan dua pelaku lainnya, yang disebut oleh Kapolres Lubuklinggau berprofesi sebagai pengamen, hingga saat ini belum berhasil ditangkap.

Ditempat terpisah, Vera Dyna (27) salah satu keluarga korban, mnegaku masih sangat terpukul atas kepergian korban. Apalagi meninggal dalam keadaan menyedihkan.

Seperti akun facebook yang dia unggah Ve Dyna kembali mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelaku.

“Mungkin bagi kalian terdengar lebay dan berlebihan, tapi jujur sampai detik ini hati aku benar-benar berduka. Setelah aku tahu kau hidup di Lubuklinggau sebatangkara tinggal di halaman rumah orang, jujur aku merasa kasihan dan iba. Aku fikir siapa yang bakalan ngurusi kau dipenjara. Tapi kalau aku ingat kelakuan kau sampai detik ini masih bisa senyum semringah, rasanya aku ingin lempar kau ke Nusa Kambangan Siska!! Ya Allah semoga dosa-dosa kau diampuni Allah,” ungkap Vera Dyna.

PENULIS : Jofan Saputra
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Delapan Desa di Suka Karya Pasang Stiker Penerima Bansos

Banyak Protes Pemilihan BPD