Wabup Muratara, Devi Suhartoni mengamuk saat meninjau irigasi yang baru dibangun hancur, Senin (29/7/2019). Foto : Hengki Silmed
in

Ternyata Inilah Pemicu Kemarahan Wabup Muratara

MURATARA, Silmed.id – Wakil Bupati Muratara, Devi Suhartoni mengamuk karena mega proyek pembangunan irigasi Tebat Ramio yang menelan biaya APBD tahun 2018 lalu sebesar Rp2 miliar hancur.

Kemarahan Devi Suhartoni ini meluap saat melakukan peninjauan di lokasi yang berada di Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Senin (29/07/2019) pasalnya usia irigasi tersebut belum genap setahun setelah selesai dibangun.

Selanjutnya, Wabup juga meninjau pembangunan irigasi yang dilaksanakan pada tahun 2016 silam dengan anggaran yang dikeluarkan melalui APBD yakni Rp1,8 miliar.

Menurutnya pembangunan irigasi tersebut kurang tepat sasaran dan hanya menghambur-hamburkan uang negara tanpa ada asas manfaat yang dirasakan oleh petani.

“Saya sangat menyayangkan dengan pembangunan dua irigasi tersebut yang kurang tepat sasaran, karena pembangunan itu tidak sepenuhnya dirasakan oleh petani,”ujarnya.

Dijelaskannya pembangunan irigasi itu sejatinya adalah untuk mengaliri areal persawahan dan apabilah musim kering sawah petani bisa teraliri oleh air. Akan tetapi ini sebaliknya irigasi yang dibuat itu tidak berfungsi sebagaiamana mestinya.

“Sekarang areal persawahan petani kering karena irigasi tidak berfungsi, dimana tujuan utama dibangun irigasi agar petani bisa bercocok tanam dua kali dalam setahun. Kalau melihat kondisi sekarang irigasi yang ada dalam kondisi kering,” jelas orang nomor dua dibumi Beselang Serundingan.

Ditambahkanya, dirinya juga menyayangkan jika pembangunan irigasi tidak mengutamakan asas manfaat, sehingga uang negara menjadi mubazir.

“Kalau dilihat pembangunan irigasi jauh dari kata-kata bermanfaat, seperti pembangunan irigasi Tebat Ramio saluran airnya tidak sesuai, bukan karena persawahan dan ini sangat disayangkan uang yang sedemikian besar dikeluarkan negara tapi tidak tepat sasaran,”pungkasnya.

PENULIS : Hengki Pransis
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

51 Calon BPD Kecamatan ini, Ikuti Tes Kejiwaan

Mediasi Cikencreng Belum Temui Kata Sepakat