Foto: Masa aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Lubuklinggau sedang berorasi, Selasa (23/07/2019). Kelanjutan dari aksi tersebut adalah akan dilakukan mediasi lanjutan pada Hari Senin (29/07/2019) mendatang. Foto : Bayu Silmed
in

Terkait Cikencreng, 42 Orang Akan Wakili Masyarakat Audiensi Bersama Pemkot Lubuklinggau

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Kelanjutan mediasi antara Pemerintah Kota Lubuklinggau dan Masyarakat di Delapan Kelurahan se-Kecamatan Lubuklinggau Utara I, yaitu masyarakat Kelurahan Durian Rampak, Tanjung Raya, Petanang Ulu, Petanang Ilir, Belalau I, Belalau II, Taba Baru, dan Sumber Agung terkait permasalahan lahan Eks. PT. Cikencreng dilanjutkan Senin, 29 Juli 2019.
Menurut Koordinator Aliansi Selamatkan hak Rakyat (ASHAR) Fran Sembiring, pihaknya akan mengutus 42 perwakilan yang akan mewakili masyarakat. 42 perwakilan tersebut berasal dari seluruh organisasi yang tergabung membentuk ASHAR serta perwakilan masyarakat tiap-tiap kelurahan terdampak.
“Setelah kami rapat pada hari Rabu (24/07/2019) malam, sesuai dengan berita acara rapat disepakati 42 nama untuk mewakili masyarakat dalam audiensi dengan Pemkot Senin besok. Kawan-kawan sudah punya kesepakatan dengan masyarakat terkait apa nanti yang akan disampaikan,” ungkap Fran kepada Silampari Media, Jum’at (26/07/2019).
Beberapa hari ini pihaknya akan menyiapkan data-data yang diperlukan guna menunjang dalil-dalil yang nantinya akan menguatkan tuntutan masyarakat.
“Tentu kita pelajari apa-apa saja yang menjadi kekuatan kita, karena dalam diskusi nanti pasti akan beradu data dan kami harus siap untuk itu. Apalagi menurut informasi yang kami terima hari ini (Jum’at/26/07/2019) pihak Pemkot juga melakukan rapat membahas permasalahan ini,” sambungnya.
Terkait nama pihaknya belum mau memberitahu namun dirinya mengungkapkan akan ada perwakilan dari setiap organisasi.
“Yang pasti ada perwakilan dari OKP Gempur (Gerakan Masyarakat Pemuda Utara Bersatu), LSM Gerhana, GMNI, ASHAR, serta masyarakat yang mewakili tiap-tiap kelurahan. Semoga Senin besok akan sesuai dengan harapan,” ujar Pria yang juga menjabat selaku Ketua RT itu.
M. Senen, yang merupakan perwakilan masyarakat dari Kelurahan Belalau II juga mengaharapkan hal yang sama.
“Semoga pemerintah bersedia mengabulkan permohonan kami, karena dengan merekalah kami sangat bergantung saat ini. Kalau memang hari ini Pemkot sudah tidak berpihak kepada masyarakat, lalu siapa yang akan membantu kami memperjuangkan kemerdekaan kami dari cengkraman PT. Cikencreng?” Ungkapnya.
Senen juga berharap kelak pada hari yang sama dengan namanya itu sejarah akan tercipta.
“Besok rapat kan harinya sama dengan nama saya, senin. Semoga akan ada sejarah dan hasil dari perjuangan kami memperjuangkan tanah kami dari genggaman Cikencreng. Besok ada keputusan Pemkot akan mengabulkan tuntutan kami,” tutupnya.
Surat pemberitahuan nama-nama perwakilan yang akan datang sudah disampaikan melalui surat ASHAR Nomor : 01/001/SP-ASHAR/VII/2019 yang disampaikan ke bagian Humas dan Protokol Pemkot Lubuklinggau pada Hari Jum’at, 26 Juli 2019.
PENULIS : Bayu Pratama Sembiring
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Isu Penutupan, “Penghuni” Lokalisasi Patok Besi Ingin Beraudiensi Dengan Walikota

Pengedar Narkoba Diringkus di Kampung Damai, Puluhan Paket Sabu Disita Polisi