Efriandy (25) akhirnya melangsungkan pernikahan dengan pujaan hatinya Yunita di Musholla Polres Musi Rawas, Selasa (23/7/2019). Foto : Ist
in ,

Terjerat Kasus Pencurian, Pria Ini Nikahi Kekasihnya di Kantor Polisi

MUSI RAWAS, Silmed.id – Efriandy (25) akhirnya melangsungkan pernikahan dengan pujaan hatinya Yunita (19) di kantor Polisi, meski masih menjalani proses hukum atas kasus pencurian dengan pemberatan (Curat), Selasa (23/7/2019).
Didampingi pihak keluarga dari kedua mempelai, Efriandy dan Yunita sah menjadi pasangan suami istri setelah mengucapkan ijab Kabul yang dimbing oleh petugas P3N di Mushollah Ar Rahman, Kecamatan Muara Beliti, sekitar pukul 10.00 WIB.
Pria yang diketahui sebagai warga Kelurahan Tapak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat II itu terlihat mengenakan kemeja batik dengan kopiah berwarna hitam, memnberikan cincin kepada Yunita yang nampak anggun berbalut pakaian pengantin berwarna putih dengan jilbab warna serupa sebagai mas kawin pernikahan.
Melihat proses pernikahan tersebut, kedua keluarga tampak tak bisa menahan haru. Mempelai laki-laki terlihat gugup tetapi ijab kabul pun di lakukan dengan sekali dan lancar tanpa harus mengulang, Usai ijab kabul, isak tangis keluarga dan kedua mempelai pun pecah.
Kedua mempelai menangis haru sambil memeluk keluarganya. Terdengar Efriandy mengucapkan permintaan maaf kepada setiap keluarganya dan keluarga mempelai perempuan yang datang. Pernikahan ini hanya dihadiri beberapa orang perwakilan keluarga termasuk kedua mempelai.
“Saya ingin segera bebas supaya bisa menjaga anak yang dikandung istri saya,” tutur Efriandy setelah proses ijab Kabul setelai dilaksanakan.
Efriandy terpaksa harus menjalani malam pertama pernikahan nya di balik sel tahanan karena terjerat kasus pencurian sepeda motor pada awal bulan Juli lalu tepatnya di Majid At Taqwa KecamatanTugumulyo.
Kapolres Musi Rawas AKBP Suhendro melalui Kasat Tahti, IPTU Dinhulak mengatakan rencana pernikahan ini sudah di rencanakan jauh sebelum tersangka Efriandy terjerat kasus Pencurian tersebut.
“Sebelum kejadian memang sudah ada kesepakatan menikah dengan masing-masing keluarga, awalnya tersangka berencana untuk menikah pada awal bulan Agustus mendatang tetapi belum mempunyai modal, karena tidak ingin merepotkan kedua orang tuanya sudah bercerai, maka tersangka memutuskan untuk mencari modal dengan cara dan jalan yang salah yakni bermaksud mencuri sepeda motor,” kata IPTU Dinhulak.
Polisi memfasilitasi tersangka untuk menjalani proses pernikahan itu.

“Setelah proses akad nikah selesai dilaksanakan dan selanjutnya tahanan dikembalikan lagi ke sel,” tutupnya.

PENULIS : Aulia Azan Siddiq

Perpustakaan Desa Jaya Bakti Terima Bantuan Tiga Unit Computer dari Perpupnas

Bank BRI Ini Didatangi Sejumlah Masyarakat Penerima Bantuan KIP