SIDANG - Tiga terdakwa saat menjalani proses sidang putusan di Pengadilan Negeri, Senin (21/10). Foto Jofan Silmed.
in

Terduga Pembunuh Erwin Divonis Satu Tahun, Keluarga Tidak Terima

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Terdakwa yang terlibat dalam pembunuhan Erwin, IM (12) divonis perawatan di Lembaga Penyelenggaraan Kesejateraan Sosial (LPKS) balai Alyatama di Provinsi Jambi. Hal ini sesuai dengan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Senin (21/10/2019).

Selain IM, dua terdakwa yang lain, IL (15) menerima hukuman di LP KA di Palembang selama 6 tahun. Sedangkan HD (15) divonis LP KA Palembang selama dua tahun. Dengan ancaman Pasal 365 Pasal Pencurian dengan kekerasan (Curas).

Adapun sidang tersebut dilaksanakan secara terbuka itu diketuai oleh Majelis Hakim Indra Lesmana didampingi hakim anggota Yopi Wijaya dan Syahreza Papelma, serta dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Hasbi dan Penasehat hukum Ayub Zakaria dan Edwar Antoni.

Sementara alasan hakim meringankan hukuman para ketiga remaja tersebut, yakni dikarenakan ketiganya masih berstatus anak dibawah umur, dan sudah melakukan perdamaian dengan keluarga korban.

Setelah itu majelis memberikan kesempatan kepada ketiga remaja untuk berdiskusi dengan penasehat hukumnya, apakah dengan hukuman yang dijatuhkan majelis apakah menerimanya.

Dipersidangan ketiga remaja dihadapan majelis memberikan jawaban jika menerima hukuman yang dijatuhkan. Sedangkan JPU M Hasbi masih melakukan pikir-pikir, sebab hukuman yang dijatuhkan berbeda dari tuntutanya, artinya putusan masih belum memiliki kekuatan hukum tetap.

Sedangkan Ibu korban Erwin bernama Herihartati seusai sidang memberikan tanggapan kepada awak media, jika dirinya tidak puas dengan hukuman ringan yang dijatuhkan majelis hakim terutama hukuman yang dijatuhkan kepada IM alias B (12) dan IL alias K (15).

“Karena kalau tidak dipanggil betino (anak perempuan) itu, anak aku itu idak akan jadi korban,”ungkapnya dengan nada kesal kepada media.

Diungkapkannya, anaknya saat ini sudah tidak ada dan tidak bisa lagi pulang kerumah, dirinya menegaskan ia meminta hukuman yang setimpal, sebab hukumanya yang dijatuhkan terlalu ringan.

Sebelum sidang ini, JPU dalam tuntutannya tiga terdakwa pembunuhan Erwin Kusuma Jaya dituntut dengan pasal 365 ayat (4) pencurian dengan kekerasan dalam persidangan, Selasa (15/10).

Informasi yang didapat, jika IM dituntut JPU dengan Pasal 365 ayat (4) serta perawatan di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS), balai Alyatama di Kota Jambi selama satu tahun.

Untuk terdakwa HD, dituntut Pasal 365 ayat (4) kurungan penjara selama 3 tahun. Adapun IL dituntut penjara selama 7 tahun.

Kuasa hukum terdakwa, Edwar Antoni didampingi Ayub Zakaria menyampaikan, bahwa atas tuntutan JPU seharusnya majelis hakim harus mempertimbangkan kembali. Hal ini dikarenakan beberapa saksi dan bukti saat persidangan tidak kuat.

“Ini kami lihat dari saksi bahwa tidak ada satu pun yang melihat kejadian tersebut secara langsung. Apalagi terdakwa saat ini termasuk anak-anak, mereka butuh bimbingan. Atas dasar itu serta asas kemanusiaan. Kami berharap majelis hakim untuk mempertimbangkan kembali tuntutan JPU,” harap Edwar.

Ditambahkan juga oleh Ayub, bahwa terdakwa selama dipersidangan termasuk kooperatif. Mereka mengakui perbuatannya dan termasuk anak dibawah umur.

“Terdakwa IM berperilaku sopan dan saat sidang mengakui kesalahannya. Apalagi dia masih dibawah umur. Untuk HD juga sudah berdamai dengan pihak korban” katanya.

Sementara untuk HD, dirinya menjelaskan walaupun nantinya akan menjalani proses hukum akan tetapi mendapatkan rekomendasi untuk bisa melanjutkan sekolah.

“Untuk HD masih bisa sekolah, kita mendapatkan surat rekomendasi dari pihak sekolah. Karena statusnya masih pelajar kita berharap masa depan anak-anak bisa terjaga,” ungkapnya.

Sedangkan untuk IL yang dituntut 7 tahun pihaknya menjelaskan karena dianggap otak utama.”IL inikan dianggap otak utama kejadian ini. Tapi nanti akan kami lakukan pembelaan saat peldoi nanti,” terangnya.

Dilain tempat, JPU, M. Hasbi membenarkan tuntutan tersebut, pihaknya menjelaskan ada beberapa hal yang dianggap meringankan terdakwa.”Tentu kami juga melihat terdakwa masih dibawah umur, ada juga yang masih sekolah,” jelasnya singkat setelah persidangan.

PENULIS : Jofan Saputra
EDITOR   : Dedi Ariyanto

Peringati HUT Golkar, Gelar Berbagai Perlombaan dan Bakti Sosial

Pemkab Mura Adakan Konsolidasi dan Pembinaan Ormas