in

Terbukti Mengandung Formalin, Pengusaha Mie dan Tahu Ditangkap

Diamankan Mie Kuning 100 Kg dan Tahu 8.200 Buah

Barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku usaha mie dan tahu yang mengandung formalin. Foto : Jofan Silmed

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melakukan tindakan tegas kepada HN, sebagai pengusaha mie kuning basah dan RD, pengusaha tahu putih yang terindikasi mengandung formalin.

Dua pengusaha tersebut diamankan setelah dilakukan operasi gabungan antara BPOM Palembang, BPOM Lubuklinggau, Polda Sumsel dan Sat-Pol PP Sumsel pada Selasa, (5/11/2109).

Dari hasil penangkapan tersebut, berhasil mengamankan mie kuning basah seberat 100 Kg, 2 unit mesin pembuat mie, 3 jerigen cairan formalin dan tahu putih sebanyak 8.200 buah.
Kepala BPOM Lubuklinggau, Afdil Kurnia didampingi Kabid Penindakan BPOM Palembang, Tedy Wirawan menjelaskan bahwa sebenarnya produsen atau pedagang mie kuning basah dan tahu sudah dilakukan pembinaan oleh pihaknya.

“Tahun kemarin kami sudah melakukan pembinaan pada Februari 2019, itu mengundang sekitar 60 orang lebih pedagang mie dan tahu yang ada di Lubuklinggu,” jelasnya saat press conference, Rabu (6/11/2019).

Ditambahkannya, inti dari pertemuan tersebut, supaya memproduksi mie dan tahu dengan aman. Artinya tidak mengandung zat berbahaya. Setelah itu, kami juga melakukan pemeriksaan dan pengawasan berkala diberapa pasar seperti Pasar inpres, bukit sulap dan simpang periuk.

Dari hasil perjanjian pada pertemuan tersebut, menurutnya antara BPOM, Pemerintah Lubuklinggau dan pelaku usaha setuju tidak akan memproduksi mie dan tahu yang mengandung formalin.

“Sesuai janji kami kepada Pemkot Lubuklinggau dan pedagang, BPOM berjanji akan melakukan pembinaan terlebih dahulu, namun apabila dikemudian hari tidak ada perubahan maka akan dilakukan tindakan tegas, inilah salah satu yang kita lakukan. Cukup satu tahun sudah melakukan pembinaan, maka kali ini kedepannya juga bagi produsen yang masih menggunakan formalin akan kita tindak,” terang dia.

Ditambahkan oleh Kabid Penindakan BPOM Palembang, Tedy Wirawan mengatakan jika pihaknya sudah beberapa bulan terakhir melakukan pemantauan dan investigasi, ternyata masih ada pelaku usaha yang menggunakan bahan formalin. Dirinya pun menjelaskan modus yang dilakukan oleh para pelaku.

“Modus HN adalah dia memproduksi serta mengedarkan mie kuning basah mengandung formalin sejak tahun 2016, produksi 100 kg setiap harinya serta dijual ke pasar-pasar dengan harga Rp 50.000 per 10 Kg. Sedangkan RD juga sama mem memproduksi serta mengedarkan mie kuning basah mengandung formalin sejak tahun 2014. Produksinya 12.000 buah tahu atau 300 Kg kedelai perharinya. Dijual dengan harga Rp 400 per buah,” ungkap Tedy.

Akibat dari perbuatannya, pelaku terancam dengan kurungan penjara 5 tahun serta denda paling banyak Rp 10 M.

“Sesuai yang tertuang dalam Pasal 136 UU No.18 Tahun 2002 tentang pangan,” tutupnya.

PENULIS : Jofan Saputra
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Mesat Jaya Prioritaskan Pembuatan Sumur Bor

Mura Bakal Dibimbing Susun Smart City 2019