Tengkuwin salah satu hiburan asli yang masih dipertanahkan di Desa Bukit Langkap, Kecamatan Karang Jaya. Foto : Ardi Silmed
in

Tengkuwin, Hiburan Legenda yang Masih Dipertahankan

MURATARA, Silmed.id – Ada yang berbeda dengan aktivitas para pemuda dan pemudi Desa Bukit Langkap, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, Selasa (20/08/2019) malam, di acara pembentukan panitia hajatan salah satu warga Desa tersebut.

Para pemuda-pemudi nampak kompak memainkan sebuah permainan legend yang sering disebut dengan permainan Tengkuwin atau permainan selendang. Seperti yang di katakan salah satu warga, Dadang (34), bahwa permainan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi antar pemuda dan pemudi di Desa.

“Tujuan utamanya adalah silaturahmi dan agar saling kenal antar sesama warga dusun. Namun permainan ini hanya dimainkan di saat ada hajatan saja karena seperti itu tradisinya,” ujar pria yang juga merupakan tokoh pemuda di lingkungannya itu.

Masih dijelaskan oleh Dadang, permainan ini dimulai dengan membentuk dua kelompok, yakni kelompok pemuda dan kelompok pemudi. Selanjutnya kedua kelompok ini diberikan beberapa selendang yang harus diberikan kepada lawan kelompoknya. Dengan diiringi oleh musik selendang mulai dijalankan dan saat musik berhenti, yang terakhir memegang dan memberikan selendang harus mengungkapkan isi hati mereka.

“Kadang di acara ini juga banyak yang cinlok (cinta lokasi), pokoknya serulah,” ujar Dadang.

Di Desa Bukit Langkap sendiri acara ini masih sering dilakukan untuk meramaikan malam hajatan, biasanya para remaja putra dan putri sangat antusias dengan permainan ini, karena selain dapat lebih membuat akrab juga terkandung makna silaturahmi di dalamnya. Selain dengan selendang, acara ini juga biasa menggunakan piring dan gelas. Piring akan di pegang oleh satu kelompok, dan gelas akan dipegang dengan kelompok lainnya.

“Kami berharap tradisi ini bisa terus dilestarikan di desa kami, supaya generasi muda paham ada yang lebih menyenangkan dan menyatukan selain gadget yang menjadi primadona saat ini,” tutup Dadang.

PENULIS : Ardi Gumailah
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Kemarau Panjang, Petani Ubi Mengeluh

Akibat Puntung Rokok, Satu Hektar Lahan Hangus Dilahap Api