NYUCI-Terlihat beberapa warga yang mencuci pakaian dan mandi di Sungai Kelingi, Senin (23/09/2019). Foto Jofan Silmed
in

Sumur Kering, Warga Mencuci di Sungai

LUBUKLINGGAU,Silmed.id – Dampak kemarau yang panjang, mengakibatkan sulitnya masyarakat mendapatkan sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga banyak masyarakat berbondong-bondong pergi ke sungai.

Hal ini dibenarkan dari pantauan Silampari Media, Senin (23/9) pukul 09.00 WIB di Sungai Kelingi, Kelurahan Ulak Surung Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Masyarakat yang datang pun bukan hanya dari warga setempat saja, tetapi ada juga dengan menempuh jarak yang cukup jauh.

Seperti yang dilakukan Roaini (45) warga Kelurahan Batu Urip Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Dirinya mengaku pergi ke sungai kelingi untuk keperluan sehari-sehari.

“Dirumah kami pakai air sumur, tetapi musim kemarau ini kering nian. Untuk nyuci baju bae sudah dak biso lagi. Cakmano anak-anak nak sekolah,” keluhnya.

Sedangkan untuk minum dan masak, ia melanjutkan harus membeli air bersih yang banyak.

“Kalau nak beli terus susahlah cak ini terus. Iyo kalau ado duit, kalau idak terpakso minun air sungai ini kami bawa,” lanjut dia.

Hal ini pun sama seperti yang dikatakan pelaku usaha laundry di Kelurahan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utara II kepada Silampari Media. Ia menceritakan dampak kemarau panjang, omzetnya menurun.

“Kalau pakai air sumur sudah kering. Ada penampungan tetapi tidak mencukupi lagi untuk mencuci. Makanya kami nyuci di sungai daripada kami kehilangan pelanggan,” ungkap Rudi (37).

Dirinya pun berharap semoga hujan segera turun. Guna untuk kebutuhan sehari-hari atau usaha dimilikinya.

“Saya hampir berdoa terus setiap hari semoga hujan segera turun. Kalau tidak bingung juga mencari air, rasanya tidak mungkin kalau nyuci di sungai terus,” tutup dia.

PENULIS : Jofan Saputra
EDITOR   : Dedi Ariyanto

Panitia Pemilihan BPD Ciptodadi I Dinilai Tidak Profesional

Harga Cabai Turun Hingga Rp 35.000