Penandatanganan MoU antara SMK Negeri 3 Lubuklinggau dengan 18 Kolij Vocational dari Malaysia. Ist
in

SMK Negeri 3 Lubuklinggau Terus Kembangkan Kerjasama Luar Negeri

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Untuk pertama kalinya di Bumi Sebiduk Semare, sekolah kejuruan yang menjalin kerjasama dengan 18 Kolij Vocational dari negeri Jiran, Malaysia.

Sekolah tersebut adalah SMK Negeri 3 Lubuklinggau, dimana Memorandum of Understanding (MoU) ini adalah sebuah terobosan dalam rangka peningkatan mutu layanan pendidikan.

Kepala SMKN 3 Lubuklinggau, dr Donni Pestalozi, M.Pd.

Kepala SMKN 3 Lubuklinggau, dr Donni Pestalozi, M.Pd kepada Silampari Media menyampaikan isi dari MoU bersama tersebut, meliputi kerjasama dalam bidang perencanaan dan implementasi program pendidikan. Selanjutnya peningkatan mutu pengetahuan, keterampilan, dan keahlian, serta kerjasama projek-projek pendidikan lainnya.

“Kedepan melalui MoU ini kegiatan magang (praktek kerja industri) tidak lagi terbatas di wilayah lokal saja, melainkan bisa ke perusahaan ataupun industri di Malaysia guna mendukung siswa SMK agar lebih berkompeten mempersiapkan diri memasuki dunia kerja disamping itu juga, hal ini tentu akan semakin meningkatkan pengetahuan global siswa,” terangnya, Selasa (5/11/2019).

Dilanjutkan pria kelahiran 12 Oktober 1981 ini, tujuan lain MoU tersebut kedepan diharapkan dalam menjembatani program-program seperti pertukaran pelajar dan guru. Khusus untuk dewan guru SMKN 3 Lubuklinggau juga diikutsertakan mengikuti pelatihan assessor kompetensi.

“Upaya peningkatan kompetensi guru terus dilakukan, beberapa waktu yang lalu kami telah mengirim sebanyak 10 orang guru produktif dari semua jurusan untuk mengikuti sertifikasi calon assesor. Semuanya dinyatakan berkompeten. Dengan begitu uji kompetensi siswa benar-benar ditangani oleh guru-guru yang tersertifikasi,” terangnya.

Bahkan, salah seorang guru otomotif bernama Heru Purwanto yang sebelumnya mengikuti Pelatihan Diagnosa Engine, Kompetensi TKR dan Ototronik di PPPPTK BOE Malang, sudah dinyatakan lulus. Selain itu juga mereka mengikuti diklat guru inti yang diadakan di Provinsi Medan belum lama ini dalam rangka PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan).

Diungkapkan Donni, sekarang ini perubahan teknologi semakin drastis, dan sekolah dituntut untuk menyesuaikan diri mengikuti perubahan ini. Seperti halnya prakerin, malahan tempat praktek yang dituju itu tidak sesuai dengan kompetensi anak.

“Nah, tindak lanjut dari MoU itu, sangat mungkin siswa kita bisa magang ke luar negeri, pertukaran guru yang tentunya sudah tersertifikasi. Karena perkembangan dunia saat ini, kalau saya boleh mengatakannya tidak ada lagi batas Negara. Hal ini juga dapat membuka wawasan dan daya saing global,” tukasnya.

PENULIS : Aulia Azan Siddiq

Sejak Tahap Tiga Rekening KPM PKH Masih Kosong

Lima Desa Dapat KWH Gratis, Dua Desa Dialiri Listrik PLN