(Dari kiri) Waka Humas Suparno, Waka Kesiswaan Budianto, Tim Pertukaran Pelajar dari SMAN 17 Palembang Ria, Ole, Azzura, Kepala SMAN 1 Unggulan Lubuklinggau Zulkarnain,M.Pd.Mat, Emily, Briana, Waka Penjaminan Mutu Yeni Yulizah dan Waka Kurikulum Marsudi foto bersama di hadapan para peserta didik, Senin (10/02/2020)
in

SMAN 1 Unggulan Lubuklinggau Sambut Kedatangan Pelajar dari USA, Jerman dan Italia

LUBUKLINGGAU,Silmed.id – Penyambutan siswa-siswi program Pertukaran Pelajar (Bina Antar Budaya) yakni Ole Einar Mohring (dari Jerman), Briana Caraveo Vega (USA), Emily Louise Spatz (Italy) dan dan Azzura Giacomini (Italy) di SMAN 1 Unggulan Lubuklinggau ,dilakukan dengan penuh kekeluargaan.

Selain disambut dengan penampilan Sanggar Seni Lan Bege, kedatangan anak-anak dari Italia, Jerman dan Amerika ini juga disambut Koordinator Pengawas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Sunardi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Lubuklinggau Dr H Tamri, Sofian Syahrun Perwakilan Komite SMAN 1 Lubuklinggau, dan Pengawas Pembina SMAN 1 Lubuklinggau Medianto.

Kepala SMAN 1 Unggulan Lubuklinggau, Zulkarnain menjelaskan, program Smansa Go Internasional sudah dirintisnya sejak 2016. Selain program sekolah, Smansa Go Internasional juga merupakan wujud dari dukungan SMAN 1 Lubuklinggau pada program pemerintah Ayo Ngelong ke Lubuklinggau.

Sampai akhirnya sekolah yang terletak di Kelurahan Pelita Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Barat I ini menyandang status Sekolah Adiwiyata Nasional dan Sekolah Adiwiyata Mandiri dari Menteri Lingkungan Hidup.

Zulkarnain menyadari, hingga 2017 perjuangan yang dilakukannya bersama dewan guru dan wakil kepala untuk mewujudkan Smansa Go Internasional bukanlah hal mudah. Sebab, tak hanya program sekolah, tapi juga mengubah pola kebiasaan termasuk mendukung sarana prasarana yang menunjang proses ini. Lalu pada 2017 pula, dibentuklah sekelas inovasi. Di 2018 tambah jadi dua kelas. Salah satunya berbasis IT yang kelasnya dilengkapi fasilitas wifi.

Salah satu inovasi tersebut, menjaring siswa-siswi yang mau kuliah di luar negeri. Sekaligus memfasilitasi siswa-siswi SMAN 1 Unggulan Lubuklinggau untuk mengikuti program pertukaran pelajar ke luar negeri. Baik yang masa setahun maupun tiga bulan. Salah seorang siswa SMAN 1 Lubuklinggau yang sudah berhasil mengikuti program ini adalah Ghoffar, yang sukses mengikuti program pertukaran pelajar di Italia.

Zulkarnain bersyukur, dipercaya oleh Chapter SMAN 17 Plus Palembang jadi tempat anak-anak ini belajar selama di Lubuklinggau. Saking bahagianya menyambut siswa-siswi dari luar negeri, Zulkarnain dan tim langsung mencarikan mereka orang tua angkat untuk jadi tempat tinggal anak-anak tersebut selama di Lubuklinggau. Diantaranya orang tua angkat itu adalah Marsudi (Waka Kurikulum SMAN 1) dan H Rodi Wijaya (Ketua DPRD Kota Lubuklinggau).

“Para orang tua angkat ini, punya anak yang juga bersekolah di SMAN 1 Unggulan Lubuklinggau. Setelah itu, kami langsung sampaikan ini kepada orang tua anak-anak di Negara asal mereka tinggal. Saya berharap kita semua bisa memberikan layanan terbaik bagi empat anak ini. Karena ini bukan lagi hubungan antar daerah, tapi sudah antar negara,” jelasnya.

Sebagai orang tua angkat, H Rodi Wijaya yang datang ke SMAN 1 Lubuklinggau bersama sang istri, pihaknya mengaku gembira sekali. Ia janji akan memberikan yang terbaik bagi anak-anak ini. Ia berharap, meski sekarang jatahnya anak-anak ini di Lubuklinggau hanya 2 minggu, semoga ke depan bisa jadi dua bulan. Hari ini Lubuklinggau jadi destinasi mereka belajar, semoga suatu saat nanti banyak pula putra-putri Lubuklinggau yang berkesempatan mengikuti program ini ke luar negeri.

Ia yakin akan hal itu. Sebab, Lubuklinggau punya potensi SDM yang unggul. Kedatangan Ole, Azura, Bryana dan Emily ke Lubuklinggau juga mendapat apresiasi Korwas Pendidikan Sumsel Sunardi. Ia berpendapat, dari sini menunjukkan Lubuklinggau memang layak jadi kota tujuan. Bukan hanya tujuan pendidikan, tapi jadi destinasi segala bidang.

PENULIS : Putri Rianita
EDITOR   : Dedi Ariyanto

Terdampak Banjir, 17 SD dan Satu TK Diliburkan

Lapis Aren Punya Varian Rasa Baru, Yuk Cicipi