Rangkaian salat istisqa yang dilakukan di tiga Desa di Kecamatan Rupit, Kamis (19/9/2019). Foto : Adi Silmed
in

Sindir Pemda, Masyarakat Tiga Desa Gelar Salat Istisqa

MURATARA, Silmed.id – Sindir Pemerintah Daerah, masyarakat di tiga desa ini gelar salat istisqa berjamaah di tengah sungai. ‎Pelaksanaan salat sunnah meminta hujan ini, diharapkan dapat meningkatkan nilai religus sekaligus meminta ke sang pencipta agar segera diturunkan keberkahan.

Adit warga yang sempat dibincangi Silampari Media, Kamis (19/9/2019) mengaku, pelaksanaan salat istisqa dilakukan di Desa Batu Gajah Baru, Desa Noman Lama dan Desa Noman Baru, di dua waktu berbeda. Di Desa Batu gajah dilaksanakan pagi hari, sedangkan di Dua desa berikutnya dilaksanakan selepas salat asar.

Menurutnya, saat ini pelaksanaan salat Istisqa hanya dilaksanakan oleh Pemerintah Desa dan belum pernah sama sekali dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah di tingkat Kabupaten Muratara. Dia menegaskan, ini merupakan salah satu bentuk sindiran ke Pemerintah Daerah yang tidak tanggap terhadap lingkungan, bencana serta kebutuhan masyarakat.

“Sekarang kebakaran lahan, kabut asap semakin meluas. Upaya pemerintah cuma beri imbauan warga dilarang buka lahan dengan di bakar. Tapi solusi untuk membuka lahan sampai saat ini belum ada,” katanya.

Salat Istisqa yang dilakukan warga di Kecamatan Rupit, Kamis (19/9/2019). Foto : Adi Silmed

Dia mengungkapkan, Pemerintah Daerah seharusnya lebih peka terhadap lingkungan dan kebutuhan masyarakat.

Seharusnya yang menjadi pelopor pelaksanaan salat istisko di wilayah Muratara, merupakan Pemerintah Daerah. Namun faktanya, saat ini justru Pemerintah Desa yang lebih tanggap.

“Kami masyarakat serasa tidak punya pemimpin. Dimana masyarakat memerlukan ide, gagasan dan bantuan Pemerintah seharusnya hadir,” sindirnya.

Terpisah, Kepala Desa Noman Lama, Taufik mengungkapkan pihaknya sudah lama mengagendakan pelaksanaan salat istisqa. Menurutnya, ini merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan masyarakat untuk berdoa bersama meminta hujan.

“Rencananya sudah lama, sempat tertunda karena beberapa waktu lalu turun hujan. Ini ditujukan sebagai bentuk kepedulian bersama masyarakat untuk menggelar doa bersama meminta hujan,” ungkapnya.

Dia menimpali, Kekuatan manusia sangat terbatas untuk mengatasi atau menolak bencana alam yang terjadi. Karena itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk berdoa bersama ke tuhan yang maha esa agar bencana kekeringan di wilayah mereka cepat teratasi.

PENULIS : Adi Hidayat
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Polusi Tinggi, Pelajar di Paksa Tetap Sekolah

Kahlan Bahar : PNS Harus Menjadi Contoh di Masyarakat