Petugas Pemadam Bahaya Kebakaran DPKPB Kota Lubuklinggau berupaya memadamkan sisa-sisa api yang masih menyala guna mencegah kebakaran lebih lanjut di Komplek Perumahan Pesona, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Jum'at (23/08/2019).
in

Si Jago Merah “Betah” Di Lubuklinggau, Giliran Taba Jemekeh Disapa

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Kebakaran lahan kembali terjadi, kali ini “si jago merah” beraksi di Lahan Perkebunan Kompleks Perumahan Pesona Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Kejadian berlangsung sekira Pukul 15.00 WIB, Kamis (22/08/2019) dan kembali terjadi pada Pukul 11.30 WIB, Jumat (23/08/2019). Meski kejadian tidak memakan korban jiwa, namun cepatnya rambatan api membuat warga panik dan dengan peralatan seadanya berusaha mencegah api untuk tidak menjalar lebih jauh.

Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) H. Luthfi Ishak melalaui Kepala Seksi Operasional Mahali menerangkan jika lahan kering dan kecangnya angin menyebabkan api cepat menjalar. Beruntung masyarakat sigap berusaha mencegah api menjalar lebih jauh sembari menunggu petugas datang.

“Saat kami tiba warga sudah ada yang beberapa melakukan upaya-upaya pemadaman, namun karena besarnya api sehingga tidak berhasil dipadamkan, setelah petugas datang sekira Pukul 15.40 WIB dan bersama masyarakat berusaha memadamkan api akhirnya api berhasil kami padamkan,” ungkap pria yang sebelumnya berdinas di Satpol PP tersebut.

Sementara kejadian yang terjadi Hari ini dapat dipadamkan setelah 15 Menit petugas pemadam kebakaran melakukan penyiraman air di titik api. Sekira Pukul 11.45 api berhasil dipadamkan dan Pukul 12.15 berhasil dilakukan pendinginan. Kebakaran cukup besar dengan potensi lahan hangus lebih kurang 250 meter persegi yang merupakan perkebunan karet milik warga, bahkan kebakaran sempat akan merambat menuju permukiman warga.

“Warga panik karena asap tebal menyelimuti permukiman mereka, mereka khawatir api akan merembet ke rumah mereka,” sambung Mahali.

Dugaan sementara api berasal dari orang gila yang bermukim di sekitar lokasi.

“Disengaja atau tidak api merambat kemungkinan dari orang gila yang bermukim di sekitar lokasi yang menghidupkan api diduga untuk membakar sampah, api merambat dan menjadi besar, namun alhamdulillah tidak sampai menyebabkan kerugian baik materi maupun korban jiwa,” tutup Mahali.

PENULIS : Bayu Pratama Sembiring
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Mak Ipung Ditemukan Dengan Kepala Pecah

Plasma Hanya Satu Kelurahan dan Dua Desa