Asisten I Heri Mulyanto bersama perwakilan masyarakat dari delapan Kelurahan yang terdampak Eks PT Cikencreng, Senin (29/7/2019). Foto : Bayu Silmed
in

Sempat Miss Komunikasi, Audiensi Lanjutan Pemkot dan Warga Disepakati Pukul 14.00 WIB Hari Ini di OP Room Moneng Sepati

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Hari ini dijadwalkan audiensi lanjutan antara Pemerintah Kota Lubuklinggau dan masyarakat di delapan Kelurahan terdampak Eks. Lahan PT. Cikencreng. Masyarakat yang diwakili oleh 42 utusan yang tergabung di dalam Aliansi Selamatkan Hak Rakyat (ASHAR) yang telah diberitahukan melalui surat ASHAR Nomor: 01/001/SP-ASHAR/VII/2019 nampak merapat ke gedung Pemkot Lubuklinggau sekira Pukul 09.30 WIB dan di sambut oleh Asisten I Heri Mulyanto.

Namun pertemuan diundur hingga Pukul 14.00 WIB. Menurut Heri, dimundurnya jadwal karena menunggu Walikota Lubuklinggau tiba di Lubuklinggau dari Jakarta.

“Kami mohon maaf kepada bapak-bapak ini karena belum bisa memfasilitasi sekarang, pak Wali masih di Jakarta, jam 14.00 wib beliau sudah di Linggau maka pertemuan kita diundur pukul 14.00 WIB. Kan di surat itu inginnya pak Wali, kita ketemukan langsung dengan pak Wali agar semua bisa selesai,” ujar Heri.

Ia juga menerangkan jika pihaknya telah memberikan surat kepada warga untuk hadir Pukul 14.00 WIB namun karena Miss Komunikasi sehingga warga datangnya terlalu awal.

“Kami sudah berikan surat pemberitahuan namun karena miss komunikasi beliau-beliau ini sudah hadir. Ditunggu kedatangannya siang ini di Op Room Moneng Sepati, semoga bisa ada kata sepakat,” sambung Heri.

Heri juga telah menginventarisir nama-nama yang akan ikut dalam pertemuan nanti sesuai dengan warga yang datang pagi itu.

“Setalah dilakukan inventarisir, kami memutuskan dari 42 orang perwakilan, hanya 12 orang yang akan audiensi,” ungkap Heri.

Sementara Fran Sembiring selaku Koordinator ASHAR mengungkapkan tidak ada miss komunikasi, hanya saja ketidaktertiban administrasi dari pihak Pemerintah.

“Gak ada miss komunikasi, soalnya kemarin kami sudah layangkan surat terkait pertemuan dengan menggunakan kop ASHAR. tapi sampai detik ini belum ada balasan sehingga menurut kami surat tersebut telah di terima dan setuju dengan jadwal yang ditetapkan ASHAR. Ada memang sampai surat kepada kami namun tidak jelas ditujukan kepada siapa, tujuan surat kosong belum diisi, tidak kepada ASHAR tidak juga kepada masyarakat. Cap pun cap tidak basah dari Walikota seolah-olah surat itu main-main. Sehingga kami simpulkan surat itu bukan untuk kami,” ungkap Fran didampingi warga yang hadir.

Dirinya juga menerangkan alasan 42 orang warga yang terdata hanya 12 orang yang hadir karena warga atau anggota ASHAR yang lain telah membuat jadwal lain di Gedung DPRD Kota Lubuklinggau.

“Kawan-kawan yang lain sedang mengupayakan diskusi di Gedung DPRD Kota Lubuklinggau sehingga tidak sempat bergabung dengan kita, kita tidak bisa paksakan niat kawan-kawan. Namun semangat kan masih satu, semangat untuk merdeka di tanah sendiri,” ujar Fran kepada Silampari Media.

Pertemuan dijadwalkan ulang pada Pukul 14.00 WIB di Ruang OP Room Moneng Sepati Komplek Kantor Dinas Walikota Lubuklinggau yang direncanakan dihadiri langsung oleh Walikota Lubuklinggau, H. SN. Prana Putra Sohe, Pihak BPN, Kejaksaan, maupun Dinas Terkait. Terlihat juga aktivitas diskusi kecil BPN dan Pemkot Lubuklinggau di ruang Asissten 1 Pemkot Lubuklinggau.

PENULIS : Bayu Pratama Sembiring
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Hak Pejalan Kaki Dirampas

Dana Kelurahan Masuk RKA Kecamatan