Tersangka Edi Hendri saat diamankan petugas karena melakukan tindak pidana penganiayaan berat, Selasa (8/10/2019).
in

Sempat Bersembunyi di Plafon, Edi Akhirnya Menyerahkan Diri

MURATARA, Silmed.id – Edi Hendri (38) warga Jalan Poros RT 08 Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I sempat berupaya melarikan diri dengan cara memanjat atap plafon rumahnya dan bersembunyi. Tidak lama kemudian akhirnya tersangka menyerahkan diri saat petugas gabungan Sat Reskrim Polres Musirawas dan Polsek Karang Jaya hendak menangkapnya, pada Selasa (8/10/2019) sekitar pukul 01.00 WIB.

Kronologis penangkapan ini seperti yang diceritakan oleh Kapolres Musirawas, AKBP Suhendro. Dikatakannya penangkapan yang dilakukan pihaknya karena tersangka telah melakukan tindak pidana penganiayaan berat sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 351 ayat 2 KUHPidana.

“Tersangka bersembunyi di atas plafon rumahnya, beruntung tidak lama kemudian ia menyerahkan diri,” kata AKBP Suhendro saat dikonfirmasi Silampari Media.

Peristiwa yang membawa Edi Suhendro ke balik jeruji besi ini terjadi sekitar 10 tahun yang silam, tepatnya pada hari Minggu (12/7/2009) sekitar pukul 08.00 WIB di sebuah kebun karet yang berada di Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara.

Pada saat itu, korban Habibah alias Bibah (40) tengah melintas di kebun karet tempat Edi Hendri menyadap karet. Lalu tersangka menghampiri korban, kemudian secara tiba-tiba langsung memukul Bibah menggunakan potongan kayu pada bagaian atas kepala korban dan bahu.

“Tidak hanya berhenti sampai disitu, Edi juga membacok korban berulang kali pada tangan kanan dan kiri. Lalu di bagian kuping kiri sampai hidung, pelipis mata kanan hingga hidung,” terang AKBP Suhendro.

Korban yang berpura-pura meninggal lantas digendong tersangka dan dibawa ke semak belukar. Disana celana korban dibuka dan Edi sempat memegang (maaf,red) organ intim Bibah lantas pergi meninggalkan korban.

Selanjutnya, setelah tersang pergi, korban berusaha berdiri dan menyelamatkan diri sembari berteriak meminta pertolongan. Warga yang melihat korban dalam kondisi penuh luka akhirnya membawa ke Rumah Sakit Sobirin untuk dilakukan perawatan medis.

“Kejadian ini juga sudah dilaporkan ke Polsek Karang Jaya, dengan nomor laporan LP/B-86/VII/2009/Sumsel /Res Mura / sek Kr Jaya, Tanggal 12 juli 2009. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya saat ini tersanka sudah diamankan dan ditahan di sel Mapolsek,” tutup Kapolres.

PENULIS : Aulia Azan Siddiq

KPU Mura Gelar Rakor Soal Publikasi Pemilu 2020

Dirgahayu TNI ke-74, Kodim 0406/MLM Adakan Syukuran