in ,

Sebelum Dibunuh, Ipung Terlebih Dulu Dibius

Dalam Melakukan Aksinya Siska Dibawah Pengaruh Minuman Keras

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Tak kurang dari seminggu pihak Kepolisian akhirnya berhasil mengungkap SALAH satu pelaku pembunuhan Muhammad Effendi alias Ipung (65), tepatnya tiga hari setelah Ipung ditemukan tewas bersimbah darah pada Jumat (23/08/2019) sekira Pukul 12.30 WIB yang lalu. Adalah Apriyanto alias Wahab alias Siska (32) yang diamankan oleh pihak kepolisian Senin (26/08/2019) malam sekira pukul 22.00 WIB. Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono dalam agenda Rilis pengungkapan kasus tersebut, Rabu (28/08/2019).

“Saat ini Apriyanto alias Wahab alias Siska telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Muhammad Effendi alias Ipung setelah dilakukan pemeriksaan intensif. Dia merupakan otak pelaku,” ujar Kapolres.

Dari penangkapan pelaku berhasil diamankan barang bukti berupa dua buah bongkah batu, satu utas tali, dua buah gembok dan satu stel pakaian korban. Dari keterangan tersangka bahwa dirinya tidak sendiri melakukan aksinya. Ia ditemani oleh dua orang temannya yang sampai saat ini belum diungkap oleh pihak kepolisian.

“Saat ini kedua pelaku sedang dalam pengejaran. Secepatnya akan dilakukan pengembangan terhadap dua tersangka lainnya” sambung Kapolres.

Dari keterangan yang disampaikan oleh Kapolres, Siska ditangkap saat menghadiri pesta rakyat HUT Ke 74 RI di Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

“Dia (Siska) kami pancing dengan saweran dan dia menurut untuk ikut petugas ke Mapolres,” ungkap Kapolres.

Pihak kepolisian sempat dibuat kebingungan oleh tersangka karena keterangan yang berubah-ubah. Namun setelah pemeriksaan yang intensif akhirnya Siska mau mengakui perbuatannya dan melakukan rekonstruksi langsung dengan Kapolres Lubuklinggau.

Sementara motif dari tersangka melakukan pembunuhan adalah rasa kesal dengan korban karena sering diejek. Tersangka dendam dan akhirnya melakukan pembunuhan dengan direncanakan terlebih dahulu.

“Pelaku dibully dengan sebutan-sebutan yang kotor oleh korban sehari sebelumnya di daerah pasar. Karena kesal secara terus menerus di bully akhirnya tersangka kalap dan merencanakan pembunuhan,” sambung Kapolres.

Dari keterangan tersangka yang berhasil diugkap oleh petugas, diketahui saat melakukan proses pembunuhan di kediaman Ipung Salon, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Ceremeh Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, tersangka masuk melalui pintu depan tepatnya pintu rolling door yang tidak terkunci.

“Tersangka melihat korban sedang tertidur dengan tv yang masih menyala. Kemudian rekan tersangka membius korban sehingga korban tidak sadarkan diri,” ujar Kapolres.

Bius dibawa oleh rekan tersangka Siska yang sampai saat ini belum diketahui sumber biusnya didapatkan darimana.

Setelah itu tersangka Siska langsung melakukan pemukulan dengan batu dan langsung melakukan penusukan sehingga menyebabkan korban kehilangan nyawanya. Korban mengalami delapan luka tusukan dengan enam luka tusukan di bagian perut dan dua tusukan di bagian leher, serta satu luka robek di kepala akibat benturan benda tajam. Setelah itu ketiga tersangka melarikan diri dengan meninggalkan korban yang telah tak bernyawa.

Sementara tersangka Siska saat diwawancarai oleh wartawan ia mengaku menyesal dan mengucapkan permohonan maaf kepada para penggemarnya yang telah ia kecewakan dengan perilakunya yang buruk.

“Saya minta maaf. Saat membunuh saya dibawah pengaruh minuman keras jenis Malaga,” jelasnya

Tersangka Siska disangkakan dengan pasal 338 jo 340 KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana penjara hingga 20 Tahun penjara.

PENULIS : Bayu Pratama Sembiring
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Pemkot Upayakan Pembenahan Pasar Tradisional ke Modern

Terkait Video Interogasi Yang Beredar Luas di Medsos, Kapolres: Tidak Menjadi Masalah