Sawah tadah hujan di Desa Pendingan Kecamatan Muara Lakitan, mengalami kekeringan karena dampak dari kemarau panjang. Foto : Dedi Silmed
in

Sawah dan Sumur Kekeringan

MUSI RAWAS, Silmed.id – Akibat musim kemarau, kekeringan mulai melanda sejumlah wilayah termasuk sawah tadah hujan sehingga mengalami kekeringan dan tidak dapat ditanami.

“Sudah kering semua, jangankan sawah, sumur saja sudah kering. Untuk mandi saja warga harus pergi ke Sungai Musi, termasuk juga saya” jelas Kades Pendingan, Bahori kepada Silampari Media, Kamis (22/8/2019).

Menurut dia, mayoritas warga di desanya sudah mengunakan sumur bor dan galian untuk sumber air bersih, namun dikarenakan mengalami kekeringan kegiatan warga seperti mandi, cuci dan kakus (MCK) terpaksa dilakukan di Sungai.

“Sesuai dengan instruksi Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan, bahwa menggalakkan pola hidup sehat, dan tidak ada lagi BAB di sungai, namun keadaan yang terjadi saat ini, terpaksa kembali ke Sungai,” ujarnya.

Kedepan sambung Bahori, dirinya berharap ada perhatian dari pemerintah, untuk membangun embung, agar sawah tadah hujan tetap tumbuh, kendati di musim kemarau.

“Sumber air sawah kami yakni air hujan, jadi ketika hujan tidak lagi turun, sawah kami kekeringan,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Romi (36) warga Desa Sungai Pinang, sawah di desanya sudah kekeringan.

“Sudah kering kerontang, mudah-mudahan hujan segera turun,” pungkasnya.

Tim Emergency Response ACT Sumsel (Sumatera Selatan) pada Kamis (22/8/2019) dalam press conferencenya menyampaikan bahwa waktu dekat ini akan memberangkatkan 100.000 liter air bersih ke tiga wilayah Kota/Kabupaten yang ada di Sumsel.

Pemerintah juga memprediksi bahwa kekeringan tahun ini lebih kering dari 2018 lalu, bahkan status kekeringan kali ini telah ditetapkan sebagai bencana darurat.

Semoga saja bantuan air bersih tersebut dapat disalurkan di Kabupaten Musi Rawas.

PENULIS : Dedi Ariyanto
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Dibutuhkan Lima Orang Untuk Tangkap Buaya Senyulong

Dian Chandera : Sebenarnya LPPD Tidak Lagi Menakutkan