Tumpukan sampah di Jalan H. Said, RT 09, masih menjadi permasalahan serius di Kelurahan Bandung Ujung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Foto : Bayu Silmed
in

Sampah Masih Menjadi Masalah di Kelurahan Bandung Ujung

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Permasalahan sampah nampaknya menjadi permasalahan serius di setiap daerah, tanpa terkecuali Kota Lubuklinggau. Meski telah beberapa kali mendapatkan penghargaan Piala Adipura (Penghargaan atas prestasi Pemerintah baik daerah maupun provinsi terkait permasalahan kebersihan serta penataan ruang publik), Kota Lubuklinggau masih memiliki permasalahannya sendiri mengenai sampah. Seperti misalnya di Kelurahan Bandung Ujung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.
Di Jalan H. Said, RT.09, Kelurahan Bandung Ujung, tampak menumpuk sampah rumah tangga yang telah “dilegalkan” sepihak oleh oknum masyarakat setempat ataupun masyarakat datangan untuk membuang sampah. Hal tersebut menimbulkan keluhan tersendiri dari masyarakat setempat.
HM (41) sangat menyayangkan kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Ia berharap ke depan harus ada ketegasan dari pihak pemerintah. Apalagi saat ini lokasi tumpukan sampah berada tidak jauh dari Kantor Lurah Bandung Ujung.
“Memang sudah lama keadaannya seperti itu, masyarakat malas membuang sampah di tempat sampah yang disediakan. Jadinya di sana membuangnya. Melihat ada tumpukan sampah jadi masyarakat yang lain ikut-ikutan, dan jadilah TPA ala Bandung Ujung,” ungkap HM kepada Silampari Media, Jumat (26/07/2019).
“Kalau tidak ada ketegasan ini tidak akan pernah berhenti. Sudah beberapa kali upaya untuk menghentikan dan membersihkan namun masih terulang terus. Harus ada ketegasan terkait sanksi yang dibuat pemerintah dan disepakati warga,” lanjut HM.
Sementara Lurah Bandung Ujung, Ernawati, menjelaskan jika pihaknya sudah beberapa kali melakukan upaya-upaya untuk melakukan pembersihan. Hanya saja kesadaran masyarakat belum ada sehingga sampah kembali menumpuk.
“Terkait permasalahan itu memang sudah lama, kami bersama warga setempat sudah beberapa kali melakukan gotong royong membersihkan trmpat itu dan sudah sempat bersih, bahkan kami sudah pasangi plang untuk jangan membuang sampah di situ. Namun karena sudah terbiasa akhirnya menumpuk lagi,” ungkap Erna.
Erna juga menjelaskan jika sampah tersebut kebanyakan merupakan sampah kiriman dari Kelurahan sekitar.
“Itu oknum masyarakat dari kelurahan sekitar kebanyakan yang buang sampah di situ, kalau masyarakat kami saya rasa sudah sadar terhadap kebersihan lingkungan, karena sudah beberapa kali melakukan gotong royong dan kami sosialisasikan terkait sampah ini. Kami sangat mengharapkan semua masyarakat harus menyadari pentingya lingkungan yang bersih sehingga permasalahan sampah ini akan terselesaikan,” sambung Erna.
Terkait tindak lanjut, pihaknya mregatakan akan melaporkan ke dinas terkait untuk membantu menyelesaikan masalah.
“Hari Jum’at depan kami akan gotong royong kembali dan sudah saya hubungi RT nya untuk mengabarkan kepada warga agar gotong royong membersihkan tumpukan sampah. Saya juga akan menghubungi pihak terkait untuk membantu menyelesaikan permasalahan ini karena sudah cukup kompleks,” tutup Erna.
Kebersihan sendiri menjadi tolak ukur kehidupan yang sehat yang sangat gencar digaungkan oleh Pemerintah Kota, sehingga diharapkan masyarakat dapat lebih sehat dan bertanggung jawab terhadap lingkungannya masing-masing.
PENULIS : Bayu Pratama Sembiring
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Telur ayam tembus Rp 40 Ribu Perkarpet

Isu Penutupan, “Penghuni” Lokalisasi Patok Besi Ingin Beraudiensi Dengan Walikota