Technical Meeting. Peserta Lomba Pidato Bung Karno saat mengikuti Technical Meeting di Hotel Hakmaz Taba Lubuklinggau, Sabtu (26/10/2019). Foto: Bayu_Silmed
in

Sambut Sumpah Pemuda, BMI Warnai Dengan Lomba Pidato Bung Karno

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda pada 28 Oktober mendatang, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Cabang Lubuklinggau, melalui organisasi sayapnya, Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Lubuklinggau, menggelar perlombaan “Pidato Bung Karno” yang akan di selenggarakan pada tanggal 27 Oktober 2019 di Hotel Hakmaz Taba Lubuklinggau.

Ketua BMI Kota Lubuklinggau, Wansari, menerangkan kepada Silmed.id bahwa diselenggarakannya kegiatan ini sebagai tindakan nyata BMI dalam menyongsong hari bersejarah Indonesia, terutama bagi pemuda-pemudinya.

“Bagaimana kita ketahui bersama peristiwa sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 91 tahun yang lalu, merupakan suatu pengakuan dari para Pemuda –Pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Ini adalah momentum untuk mengingat bahwa pemuda tidak bisa dipisahkan dari revolusi zaman dan peradaban. Kegiatan ini setidaknya akan mengingatkan kita akan hal itu,” terang pria yang juga merupakan anggota DPRD Kota Lubuklinggau periode 2019-2024 tersebut.

Terpisah, Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Hosta Reno, menerangkan sistemasi perlombaan.

“Perlombaan ini khusus bagi para pelajar SMA se Kota Lubuklinggau, dan alhamdulillah peserta yang mendaftar saat ini berjumlah 25 peserta dari 18 SMA/SMK se Kota Lubuklinggau. 15 peserta putri dan 10 peserta putra,” terang pria yang juga kader GMNI itu saat ditemui usai acara Technical Meeting di Hotel Hakmaz Taba Lubuklinggau, Sabtu (26/10/2019).

Selain itu dirinya juga menjelaskan bahwa diambilnya tema pidato Bung Karno karena untuk mengenang pidato bapak negara yang tegas dan mrmbangkitkan semangat, sangat cocok jika diibaratkan dengan semangat pemuda yang berapi-api.

“Kami ambil tiga tema pidato Bung Karno, dan peserta dipersilahkan memilih salah satunya. Dengan jumlah yang di luar prediksi kami, yaitu sekitar 20 peserta, membuktikan bahwa ada begitu banyak calon aktivis dan pemuda-pemuda yang berani mengungkapkan pikiran-pikiran kritisnya melalui orasi yang intelektual,” tegas Hosta.

Kegiatan ini akan dinilai oleh juri-juri profesional di bidang Bahasa dan pidato keorganisasian. Salah satunya adalah Adi Setiawan, MM. Praktisi Bahasa Indonesia Kota Lubuklinggau. Dirinya menjelaskan jika kegiatan ini akan menilai cara dan gaya pidato peserta.

“Tentu kami akan nilai secara profesional, kami akan menilai pidato peserta terkait hal-hal mendasar berpidato, seperti misalnya vokal, artikulasi, intonasi, improvisasi, mimik, serta interpretasi. Jika style berpidato kami rasa itu hak peserta untuk berekspresi,” terang Adi yang juga hadir saat Technical Meeting.

Ketua DPC PDIP Lubuklinggau, Suyitno, melalui Sekretarisnya, Hambali Lukman, menyambut baik kegiatan tersebut.

“Kami sangat antusias melihat semangat anak-anak muda dalam melestarikan pikiran-pikiran kritis Ir. Soekarno. Beliau bapak bangsa dan banyak sekali buah pikirannya yang visioner sampai diakui bahkan di dunia Internasional. Semoga dengan kegiatan ini, pemuda kita akan semakin termotivasi untuk menyumbangkan pikiran-pikiran visioner kepada Indonesia,” terang Hambali.

Dirinyapun berharap pada peringatan Sumpah Pemuda tahun ini dijadikan sebagai momentum para pemuda untuk memberikan kontribusi nyata kepada Indonesia, bukan hanya sebatas wacana dan kata-kata.

PENULIS: Bayu Pratama Sembiring
EDITOR: Dodi Chandra

Tahun Depan Penegakkan Perda, Merokok Didenda Rp 50 Juta

Wabup Mura Tutup Jambore Pramuka