in ,

Resedivis Curanmor Dilumpuhkan Aparat Dengan Timah Panas

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Karena mencoba memberontak dan melakukan perlawanan saat akan ditangkap, resedivis kasus Curanmor (Pencurian kendaraan bermotor,red) Rudi Irawan alias Opong (30) warga Jalan Garuda RT 05 Kelurahan Lubuk Aman, Kecamatan Lubuklinggau Barat I terpaksa dilumpuhkan aparat dengan timah panas, Jumat (5/7/2019) sekitar pukul 23.30 WIB.

Penangkapan terhadap tersangka ini berdasarkan laporan polisi, LP/B-45/IV/LLG/SEK BARAT tanggal 29 April 2019 dengan korban bernama Fatoni Al Ayubi (20) warga Jalan Pelita RT 07 Kelurahan Pelita Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Disampaikan Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono melalui Plh Kapolsek Lubuklinggau Barat, AKP Junaidi Lubet kepada Silampari Media, penangkapan terhadap tersangka dilakukan pada Jumat (5/7/2019) sekitar pukul 23.00 WIB. Dimana saat itu petugas mendapatkan informasi bahwa tersangka Opong sedang berada di depan SMP Xaverius Lubuklinggau, tepatnya di Kelurahan Lubuk Aman.

Dibawah pimpinan Kanit Reskrim Polsek Lubuklinggau Barat, Aiptu Faisal bersama anggota unit reskrim melakukan pengintaian dan ternyata benar, bahwa tersangka sedang nongkrong di depan SMP Xaverius Lubuklinggau.

Tidak menunggu lama, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka, akan tetapi Opong mencoba melarikan diri dengan cara memberontak dan melakukan perlawan terhadap petugas.

“Khawatir tersangka melarikan diri, anggota reskrim melakukan tembakan terukur di bagian kaki tersangka tepatnya sebelah kanan. Tersangka terjatuh akibat tembakan tersebut, kemudian berhasil diamankan dan dibawa ke Polsek Lubuklinggau Barat,” kata AKP Junaidi Lubet.

Dari hasil interogasi yang dilakukan petugas, tersangka Opong mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian sepeda motor jenis Yamaha Vixion warna hitam dengan nomor polisi (Nopol) BG 4097 LO.

Kunci Leter T yang biasa digunakan tersangka dalam menjalankan aksinya.

“Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, yakni berupa satu buah kunci leter T dan STNK motor Yamaha Vixion,” terang Plh Kapolsek.

Diceritakan Kapolsek, kejadian pencurian yang dilakukan Opong bersama rekannya DN dan TG (DPO) dilakukan pada hari Senin (29/4/2019) sekitar pukul 22.00 WIB mengambil motor korban yang diparkir di teras rumah dengan cara merusak kunci menggunakan kunci leter T. Setelah motor hidup, lalu tersangka membawanya kabur kemudian menjualnya.

“Tersangka Opong ini adalah resedivis pada kasus yang sama yakni Curanmor dan sudah tiga kali melakukan pencurian, sedangkan dua orang temannya sudah ditetapkan masuk ke dalam DPO kita,” terangnya.

Berdasarkan keterangan dari mulut Opong, sebagian uang hasil penjualan motor Yamaha Vixion tersebut digunakannya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sedangkan sebagian lainnya untuk membeli narkoba bersama dua temannya tersebut.

“Hasil dari mencuri tersebut kami pakai untuk membeli narkoba dan kebutuhan hidup sehari-hari,” ungkapnya.

PENULIS : Aulia Azan Siddiq

Bupati Musirawas Lakukan Peletakan Batu Pertama Rumah Tahfidz Qur’an

Janjikan Uang Rp 50.000, Kuli Bangunan Berhasil Cabuli Siswi SMP