in ,

Punya 2.000 Ton Stok Beras, Bulog Optimis Aman Sampai Lebaran Haji

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Perum Bulog memastikan stok beras dan bahan sembako lainnya di tiga wilayah Musi Rawas, Lubuklinggau, dan Musirawas Utara sampai menjelang lebaran haji sudah sangat mencukupi.

Kepala Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Perum Bulog Kota Lubuklinggau, Meizahrani, mengatakan, pihaknya akan berusaha keras agar stok tetap terjaga saat menjelang lebaran. Sehingga harga tidak mengalami lonjakan saat lebaran.

“Bulog dalam menghadapi hari-hari biasa maupun hari-hari besar seperti lebaran, selalu bersiap dengan segala kemunngkinan, makanya stok harus kita penuhi dengan memprediksi banyaknya konsumsi masyarakat serta langkanya sembako. Dan saat ini kami merasa stok beras sudah sangat mencukupi,” ujarnya kepada Silampari Media, Rabu (3/7/2019).

Meizar menjelaskan bahwa stok beras di Kansilog Perum Bulog Lubuklinggau saat ini mencapai 2000 ton.

“Stok beras yang ada di gudang saat ini lebih dari 2000 ton, selain itu juga bulog masih memiliki stok dua ton daging beku, satu ton minyak goreng, tiga ton gula, dan satu ton terigu. Semua itu untuk pemenuhan kebutuhan sembako di tiga wilayah Mura, Lubuklinggau, dan Muratara,” kata Meizar.

Semua komoditas tersebut oleh bulog disalurkan melalui operasi pasar dan dijual ecer kepada masyarakat di halaman kansilog Kota Lubuklinggau dengan harga yang terjangkau.

“Bulog hadir untuk memberikan rasa nyaman di tengah masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Kami akan membeli dari petani dengan harga yang di tetapkan oleh pemerintah ketika harga anjlok di pasaran, sementara ketika harga melambung kami akan menggelar operasi pasar untuk menjual sembako dengan harga yang terjangkau” ujar Meizar.

Sehingga menurut Meizar, hal tersebut akan mempertahankan stabilitas harga di pasaran.

Kendati demikian, masih ada kekhawatiran yang dirasakan oleh Bulog terkait hapusnya program Beras Sejahtera (Rastra).

“Hari ini kami justru punya masalah baru, yaitu telah berakhirnya program Rastra, Per 30 Juni kami sudah tidak mengirim dan mengurus terkait rastra lagi sehingga saat ini dikhawatirkan stok beras akan menumpuk digudang dan akan kadaluarsa,” jelas Meizar.

Alasan tersebut tentu bukan tanpa alasan, karena selama ini sebagian besar stok beras di Kansilog Lubuklinggau disalurkan untuk program rastra.

“Semoga pemerintah akan ada program lainnya yang masih melibatkan Bulog untuk penyaluran logistik sembako, kami juga berharap agar Bulog tetap menjadi pelopor dan garda terdepan dalam menjaga stabilitas harga sembako,” harap Meizar.

PENULIS: Bayu Pratama Sembiring
EDITOR: Dodi Chandra

Bayar Nazar Kemenangan Jokowi-Amin, Anggota Banser asal Muratara Ini Jalan Kaki ke Istana Negara

Waspada Kebakaran Lahan Gambut