Kepala SMP Negeri 1 Lubuklinggau, Yani Jinawar.
in

Puluhan Orang Datangi SMPN 1 Lubuklinggau

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Pada hari Rabu (7/8/2019) pagi di SMP (Sekolah Menengah Pertama) Negeri 1 Lubuklinggau terlihat berbeda dari hari-hari biasanya. Pasalnya puluhan orang tampak mendatangi sekolah yang berada di jantung Kota Lubuklinggau tersebut .

Kedatangan puluhan orang itu dibenarkan oleh kepala SMPN 1 Lubuklinggau, Yani Jinawar ketika dibincangi oleh Silampari Media.

Menurutnya, puluhan orang tersebut adalah orang tua siswa klas VII sekolah itu untuk menghantarkan sejumlah berkas yang diminta pihak sekolah kepada orang tua dari 92 siswa yang tidak mampu, sebagai salah satu syarat penerima bantuan dari Pemerintah Kota Lubuklinggau.

“Kedatangan puluhan orang itu memang diminta oleh sekolah. Tujuan mereka memberikan surat keterangan tidak mampu yang dikeluarkan pihak Kelurahan, Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk dan photo rumah yang ditempati sebagai bukti,” terang Yani Jinawar.

Menurutnya dari ratusan siswa klas VII di SMPN 1 Lubuklinggau, tercatat sebanyak 92 siswa pra sejahtera atau tidak mampu. Mereka inilah yang nantinya akan mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Lubuklinggau.

“Syarat menentukan siswa tersebut adalah keluarga pra sejahtera berdasarkan surat keterangan tidak mampu dari Kelurahan,” sambungnya.

Yani menambahkan, adapuan bantuan yang nantinya diterima siswa berupa barang seperti pakaian sekolah, sepatu dan lain sebagainya yang merupakan peralatan sekolah.

“Siswa yang mendapat bantuan adalah mereka yang benar-benar berasal dari keluarga tidak mampu. Pihak sekolah tidak ada pilih kasih dalam menentukan siapa saja yang mendapatkan bantuan,” terang Yani Jinawar.

Diketahui sebelumnya, Pemerintah Kota Lubuklinggau segera meluncurkan program seragam sekolah gratis untuk 4.000 murid SD dan SMP pada tahun ajaran 2019/2020. Dimana program ini adalah merupakan salah satu janji kampanye yang disampaikan pasangan SN Prana Putra Sohe dan H Sulaiman Kohar beberapa waktu lalu.

Program ini salah satu langkah mewujudkan pendidikan 100 persen dari Walikota dan Wakil Walikota, dimana targetnya pada tahun 2020 akan selesai.

“Tujuannya adalah meringankan beban orang tua wali murid. Tahap pertama diutamakan masyarakat kurang mampu dengan penghasilan dibawa Rp3 juta perbulan. Kuotanya 2.000 untuk SD dan 2.000 untuk SMP khususnya peserta didik kelas I dan kelas VII,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau, Tamri baru-baru ini.

Disampaikan Tamri lagi, adapun bantuan seragam sekolah gratis akan meliputi pakaian seragam, tas, sepatu dan atribut sekolah lainnya.

PENULIS : Rio Rivaldo
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Separuh Badan Jalan Amblas Akibat Longsor

Menanti Hasil “Perang” Air Versus Tanah Pasca Robohnya Tanggul di Siring Agung