in

Pulang dari Malaysia, 38 Mahasiswa Dalam Pengawasan

LUBUKLINGGAU,Silmed.id – Sebanyak 38  mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Lubuklinggau, masuk pantauan petugas puskesmas di Kota Lubuklinggau. Sebab, puluhan mahasiswa ini baru saja tiba dari perjalanan study tour ke Malaysia, pada Sabtu (14/03/2020).

“Iya, mereka (38 mahasiswa, red) masuk masa pantau oleh puskesmas. Jika dalam 14 hari ke depan tidak menunjukkan gejala, dan mereka sehat-sehat saja, artinya aman,” jelas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau, Cikwi, pada Silampari Media, Rabu (18/03/2020).

Cikwi sangat berharap, mahasiswa maupun pihak kampus aktif melaporkan, jika ada yang baru pulang dari studi/perjalanan dari luar negeri, dan untuk segera di infokan ke Dinkes Kota Lubuklinggau.

“Karena mereka ini berinteraksi di bandara. Sayangnya belum ada kampus yang melapor ke kami. Padahal mereka semua yang pulang dari perjalanan ke luar negeri harus cek ke rumah sakit dulu. Biar bisa dilihat kondisi kesehatannya, dan segera dipantau (diobservasi) oleh puskesmas. Saya ingin pihak kampus peduli pada hal ini,” pintanya.

Perwakilan kampus yang identitasnya disamarkan mengatakan, Jumat (13/03/2020) mereka baru sampai dari perjalanan di Malaysia ke Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) 2 Palembang, Sabtu (14/03/2020) sudah tiba di Kota Lubuklinggau.

Ia menjelaskan, study tour dan kolokium sudah direncanakan sejak lima bulan lalu, bahkan sebelum keberangkatan yayasan dan rektorat bermusyawarah apakah ada kemungkinan untuk dibatalkan, tapi setelah mendengar paparan dari Ketua Program Studi (Prodi) sekaligus Ketua Pelaksana tidak mungkin untuk dibatalkan, karena uang yang sudah masuk ke travel akan hangus.

“Maka bismillah, kami tetap berangkat. Untuk itu, pada Minggu malam kami kumpulkan seluruh peserta di rumah Ketua Prodi untuk munajad/berdoa kepada Allah dan khataman Alquran serta membaca 1.000 shalawat tibbul qulub untuk minta perlindungan kepada Allah agar kita selamat dalam perjalanan ini,” jelas sumber terpercaya ini.

Bahkan, pada dosen juga melakukan pengarahan sebelum acara dimulai. Diantaranya, para dosen mengajak mahasiswa yakin kepada Allah, bahwa Dialah yang memberikan penyakit dan menyembuhkannya. Artinya jangan panik karena kepanikan hanya akan membuat imun tubuh kita lemah sehingga virus mudah masuk, dan jangan terlalu berani dengan tidak melakukan ikhtiar apapun.

Kedua, seluruh mahasiswa yang mengikuti study tour selalu membiasakan mencuci tangan dengan sabun dan berwudhu setiap saat, bukan hanya ketika mau salat. Juga membiasakan diri membaca Al-Fatihah, Al-Ikhlas 3 kali, Syahadat, Salawat, dan La Haula Wala Quata Illa Billa.

Para dosen kampus ini juga mengingatkan mahasiswa membudayakan hidup bersih dengan selalu mencuci tangan setiap dan sesudah beraktivitas dengan sabun cuci.

“Jadi dalam study tour ini, kalau mau keluar rumah usahakan pakai masker, selalu membaca doa berlindung dari virus yang berbahaya dan senantiasa membaca shalawat tibbil qulub. Kami ingatkan mereka mengonsumsi secara rutin minuman jahe, kunyit, curcuma dan serei,” jelasnya.

Sesampai di Malaysia, kata sumber ini, perguruan tinggi internasional atau yang menerima mahasiswa dari berbagai negara sejak rombongan 38 mahasiswa ini sampai di sana sudah diliburkan dan tidak mau menerima tamu dari manapun, termasuk mereka yang dari Kota Lubuklinggau.

Padahal rencana awalnya, rombongan ini mau ke International Islamic University Malaysia (IIUM), tapi dibatalkan dan dialihkan ke Universitas Putra Malaysia (UPM). Sementara sekolah-sekolah lokal waktu itu belum diliburkan.

“Kami studi banding ke UPM dilanjutkan City Tour ke KLCC, Istana Negara, Batu Caves, Genting Highland dan lain-lain,” jelasnya.

Selama dalam perjalanan, sebelum berangkat ke suatu tempat rombongan mahasiswa ini membaca doa dulu, pakai masker, setelah kembali dari bus semua peserta harus cuci tangan agar steril dari kuman karena bawa cairan sanitizer.

“Saat ini, setelah sampai dari Indonesia, kami mengimbau, kepada mahasiswa peserta study tour dan Kolokium serta masyarakat umum, untuk tidak keluar rumah kecuali untuk kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan. Dan jangan lupa, selalu berserah diri kepada Allah dengan selalu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya,” pungkasnya.

PENULIS : Putri Rianita
EDITOR   : Dedi Ariyanto

Pembobol SMAN Cecar Ditangkap di Rumah Mertua

Virus Corona, Disdagrin Lubuklinggau Pantau Stok Sembako