Salah warga menyampaikan tuntutannya terhadap PT CLBB, dihadapan pemangku kepentingan dan perwakilan PT CLBB. Foto Ardi Silmed
in

PT CLBB Didemo

MURATARA, Silmed.id – Diberhentikan secara sepihak, serta lahan belum digarap, ratusan massa melakukan aksi damai, dan meminta menajemen PT Citraloka Bumi Begawan (CLBB) merealisasikan sembilan tuntutan. Aksi berlangsung di Desa Sukaraja, Kecamatan Karang Jaya, Kamis (5/9/2019) sekitar pukul 11.00 WIB.

Aksi tersebut dihadiri sejumlah pejabat desa yakni dari Desa Sukaraja, Desa Lubuk Kumbung, Desa Tanjung Agung, Desa Rantau Telang dan Desa Muara Batang Empuh, Camat Karang Jaya, Kapolsek Karang Jaya, anggota TNI dan pihak perusahaan.

Marjuki perwakilan massa dari Desa Sukaraja dan salah satu karyawan PT CLBB menyampaikan, ada sembilan poin yang akan disampaikan yakni tidak ada pemberhentian sementara terhadap karyawan dengan alasan mengefisien anggaran. Dirinya meminta kepastian lahan tidur yang ditelantarkan selama ini tanpa kepastian.

Pihaknya juga meminta untuk karyawan BHL diberikan minimal 20 hari kerja dalam satu bulan, lalu meminta status kejelasan plasma secara detail, perusahaan belum membentuk serikat kerja, CSR untuk masyarakat lingkar perusahaan segera direalisasikan, adanya pengangkatan karyawan harian lepas menjadi kerja harian tetap, pihaknya ingin adanya informasi status HGU.

Terpisah, Antoni HRD PT CLBB mengatakan, mengenai tuntutan pekerja, pihak perusahaan tidak memberhentikan karyawan, pihaknya hanya merumahkan karyawan sementara waktu, karena kondisi perusahaan. Pihaknya minta ruang untuk menyusun bajet karena akan disusun dalam satu tahun itu telah habis di semester dua.

“Jadi ini bukan pemberhentian. Tapi kami pihak perusahaan meminta ruang untuk kembali menyusun bajet,” tepisnya.

Dilanjutkanya, mengenai lahan terlantar yang belum dibuka oleh perusahaan juga terkendala masalah dana untuk operasi pembukaan lahan tersebut. Dan masalah lahan plasma nanti akan dbicarakan kembali pada Jumat dengan pihak-pihak pemangku kepentingan seperti Jendral Manejer dan pihak pemerintah.

“Jadi nanti akan adanya pertemuan kembali di Kantor Camat. Membahas apa yang dituntut oleh warga dan juga akan kami sampaikan keatasan kami,” tutupnya.

Sedangkan Kades Sukaraja, Hendri mengatakan, bahwa pihaknya sebagai pemerintah desa hanya memfasilitasi masyarakatnya, pihak perusahaan dan pemerintah Kecamatan serta pihak kepolisian duduk bersama, agar adanya titik temu kesepakatan apa yang menjadi tuntutan warga serta keluhan BHL.

“Hal ini kami lakukan agar tidak terjadinya tindakan anarkis dari masyarakat terhadap perusahaan,” tegas ia.

Serupa yang disampaikan oleh Kades Muara Batang Empuh, Budi, bahwa pihak pemerintah desa juga memfasilitasi warga dalam menyampaikan aspirasinya kepada perusahaan maupun Pemerintah Kecamatan.

“Karena wilayah lingkar perkebunan di perusahaan PT CLBB yang lahan sudah dikasih oleh warga, sampai saat ini sejak berdirinya perusahaan belum dibuka sama sekali. Sementara lahan tersebut menjadi terbengkalai,” kata ia.

Untuk itu, warga disini meminta kejelasan mengenai lahan yang terlantar serta HGU perusahaan sejauh mana. “Karena selama ini kekecewan yang kami dapatkan sebagai wilayah lingkar tambang. Sementara harapan kami kedepan minta pihak perusahaan sesuai aturan,” tegasnya.

PENULIS : Ardi Gumailah
EDITOR   : Dedi Ariyanto

1.533 Balon BPD Menerima Hasil Pemeriksaan Kejiwaan

Muratara Mendapat Jatah 2500 H Replating Sawit