Puluhan warga yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Beliti Menggugat (FMBM) mengelar aksi demo di Halaman Kantor Bupati Musi Rawas, hal itu dipicu adanya pemindahan proyek drainase, Jumat (27/09/209). Foto Trisnak Silmed
in

Proyek Drainase Dipindahkan, Warga Demo Kantor Bupati

MUSIRAWAS, Silmed.id – Puluhan warga yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Beliti Menggugat (FMBM), mengelar aksi demo di Halaman Kantor Bupati Musi Rawas, Jumat (27/09/209).

Para pendemo menanyakan adanya pergeseran proyek pembangunan siring beton, yang harusnya dibangun di RT 03 namun dibangun di RT 13 Kelurahan Pasar Muara Beliti, Kecamatan Muara Beliti.

“Sudah dilakukan titik nol untuk pembangunan drainase (siring), namun realisasinya malah dialihkan ke RT 13,” kata koordinator aksi Reki.

Selain itu, pihaknya meminta Bupati Musi Rawas, H Hendara Gunawan mencopot pejabat yang tidak profesional, serta memerintahkan dinas terkait untuk mengerjakan drainase di RT 03 Kelurahan Pasar Muara Beliti.

Selanjutnya Reki juga mengatakan, instansi terkait yang membidangi pembangunan drainase diminta menjelaskan secara terbuka, alasan pemindahan lokasi kegiatan, lalu mendesak bupati menandatangani fakta integritas untuk melanjutkan dan menyelesaikan kegiatan pembangunan.

“Jadi kalau tuntutan kami tidak direspon atau direalisasikan, maka kami akan mengadakan aksi serupa dengan jumlah masa yang lebih besar,”teriaknya saat berorasi.

Pantauan Silampari Media dilapangan, aksi demo dimulai sejak pukul 08.30 WIB dan berakhir sekitar 09.30 WIB, setelah Sekretaris Daerah (Sekda) Musi Rawas, EC Priskodesi menemui para pendemo dan mengajak warga untuk berdiskusi di Ruang Bina Praja Pemkab Mura.

“Saya jamin besok siring di RT 03 akan segera dibangun. Silahkan saudara-saudara pantau, kalau besok tidak dikerjakan maka silahkan temui saya, “kata EC Priskodesi saat memimpin audiensi dengan para pendemo.

Sementara itu, untuk tuntutan mencopot Kepala Dinas yang tidak professional, EC Priskodesi mengatakan tidak semudah itu untuk mencopot kepala dinas.
“Banyak prosedur yang harus dilalui untuk mencopot kepala dinas. Bisa saja dicopot, kalau kesalahannya memang fatal,”tegasnya .

Meski aksi demo itu berlangsung damai, tetapi demo tetap dikawal ketat oleh Personil Polres Musi Rawas, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

PENULIS : Sutrisnak
EDITOR   : Dedi Ariyanto

Babanana Chips, Ikon Baru Oleh-oleh Lubuklinggau

Delapan Desa di Suka Karya Pasang Stiker Penerima Bansos