Kepala SMPN 7 Lubuklinggau, Darmansyah bersama beberapa guru dan anak kelas VII yang ikut andil dalam pembuatan pot bunga, di depan lorong cita-cita, Selasa (10/9/2019). Foto : Rio Silmed
in

Proses Menjadi Sekolah Wisata Edukatif, Sekolah Ini Bangun Beberapa Fasilitas

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Untuk mendukung proses menjadi sekolah wisata edukatif, SMPN 7 Lubuklinggau membangun beberapa fasilitas di sekitar lingkungan sekolah.

Kepala SMPN 7 Lubuklinggau, Darmansyah mengatakan fasilitas tersebut adalah pondok literasi yang berada tepat di depan perpustakaan, lorong cita-cita yang terlihat ketika memasuki sekolah, lukisan di dinding sekolah dan yang terbaru adalah pembuatan pot bunga.

Lukisan di dinding SMPN 7 Lubuklinggau.

“Saya contohkan untuk pembuatan pot bunga serta menjelaskan tata cara membuat pot dan alat yang akan digunakan dihadapan siswa kelas VII yang diikutsertakan dalam prakterk tersebut,” kata Darmansyah, Selasa (10/9/2019) kepada Silampari Media.

Adapun alat yang digunakan dalam membuat pot bunga tersebut ialah, ember, plastik, handuk bekas, semen, dandang, kayu balok, papan, sendok dan lain sebagainya. Pot bunga yang dibuat tambah Darmansyah, memiliki dua macam jenis, yang pertama pot bunga jenis kuping sama tinggi dan pot bunga jenis kuping tidak sama tinggi.

“Jadi pot bunga ini ada dua macam, yang pertama kupingnya sama dan yang kedua pot yang kupingnya tidak sama tinggi. Untuk harga tergantung penjualan dan kualitas pot yang sudah jadi, dari modal 20 ribu bisa menjadi 50 ribu harga satu pot,” tambahnya.

Darmansyah mencontohkan cara pembuatan pot bunga kepada siswa kelas VII. Foto : Rio Silmed

Darmansyah melanjutkan, bahwa praktek yang diadakan kali ini ialah, agar siswa SMPN7 bisa belajar tentang kewirausahaan serta salah satu proses dalam mewujudkan SMPN7 menjadi sekolah wisata edukatif.

“Praktek ini merupakan salah satu eskul SMP Negeri 7 dalam mewujudkan SMP Negeri 7 menjadi wisata edukatif, serta mengajarkan siswanya tentang kewirausahaan,” ungkap Darmansyah.

Disampaikan lagi, bahwa untuk mewujudkan sekolah edukatif itu dilakukannya bersama segenap guru dan siswa secara bertahap.

“Usaha untuk menjadikan sekolah ini, menjadi sekolah wisata edukatif sebenarnya adalah ide dari pada para dewan guru, dimana mereka hobi berwisata ke daerah-daerah sehingga timbullah daya fikir, bahwa sekolah juga bisa dijadikan wisata edukatif,” terang Darmansyah.

Dirinya juga berencana akan melukiskan disetiap dinding sekolah dengan lukisan tokoh-tokoh yang terkenal di Indonesia salah satunya Almarhum KH Maimun Zubair.

“Harapan saya untuk kedepannya, semoga apa yang sudah kita laksanakan ini bisa membuat para siswa SMPN7 Lubuklinggau mampu beraktivitas dan berinovasi, serta terus menjaga dan menjadikan lingkungan sekolah menjadi indah serta nyaman,” pungkasnya.

PENULIS : Rio Rivaldo
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Di Waktu Hampir Bersamaan, Dua Kebakaran Lahan Kembali Satroni Lubuklinggau

DPMDP2A Gelar Cerdas Cermat