in

Program Kajian Agama Jadi Unggulan Masjid Agung As-Salam

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Upaya memakmurkan masjid berhasil dilakukan secara kreatif oleh Ikatan Remaja Masjid Agung As-Salam (Irmas As-Salam) Lubuklinggau.

Dalam beberapa tahun terakhir, Irmas As-Salam beserta pengurus masjid Agung As-Salam yang beralamat di Jalan Garuda, Kelurahan Pasar Pemiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II ini menyelenggarakan program kajian Subuh, kajian dzuhur, kajian maghrib, TPA As-Salam serta rumah Tahfidz As-Salam. Bahkan beberapa waktu terakhir pihaknya mengadakan program makan gratis yang diadakan setelah sholat Jum’at berjemaah.

Fertandi Saisu Jemoksen, Ketua Irmas As-Salam menerangkan jika program tersebut merupakan program bersama antara pihaknya dan pengurus Masjid, namun teknis kegiatan semuanya diserahkan penuh kepada Irmas.

“Kami ada rapat kerja bersama antara pengurus Irmas dan Masjid Agung, dalam rapat tersebut menetapkan program-program unggulan masjid. Kami berprinsip Masjid Agung harus menjadi trade mark serta role model untuk masjid-masjid yang lain dalam memajukan remajanya,” ujar pemuda yang sedang menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Lubuklinggau itu.

Dari beberapa program unggulan, kajian adalah Program favorit Masjid Agung As-Salam, karena di sini jemaah akan banyak belajar dari ustad yang tidak diragukan lagi keilmuannya, seperti misalnya Ust. Febri Eras Chaniago, Lc. Ust. HM Atiq Fahmi Lc. Ust. Azhami Johani, dan masih banyak lagi ustad kondang lainnya yang rutin setiap minggu mengisi kajian secara sukarela.
Adapun kajian subuh dilaksanakan saat sesudah sholat subuh berjemaah hingga pukul 06.00 wib, kajian dzuhur mulai dari setelah adzan sampai menjelang iqomah, dan kajian maghrib setelah sholat maghrib hingga menjelang sholat Isya.

“Dengan kerjasama seluruh pengurus Irmas kami alhamdulillah sampai hari ini belum ada kendala sedikitpun. Dan Alhamdulillah dari waktu ke waktu semakin banyak yang sadar akan pentingnya agama sehingga jemaah sholat dan pengajian baik subuh, dzuhur, maupun maghrib terus bertambah,” ujar Fertandi.

Dijelaskan oleh Fertandi, misi dari program ini diantaranya untuk mengembalikan fungsi masjid yang tidak sekedar menjadi tempat ibadah sholat.

“Di jaman Rasulullah ada banyak fungsi masjid selain sebagai tempat sholat. Diantaranya tempat pembelajaran, tempat musyawarah, merawat orang sakit dan asrama, pusat kegiatan ekonomi. menghimpun harta dari orang kaya lalu didistribusikan kepada fakir miskin dan kaum dhuafa. Itu yang menjadi dasar kami melakukan kegiatan ini” ujarnya.

Irmas Agung As-Salam periode 2017-2020 sendiri saat ini beranggotakan 50 orang remaja terbaik se-Kota Lubuklinggau yang secara de Facto merupakan induk Irmas se-Kota Lubuklinggau.

Fertandi berharap seluruh pengurus masjid di kota Lubuklinggau menyadari peran penting remaja masjid. Sehingga hadirnya remaja masjid menjadi solusi dari kemajuan dan kejayaan islam kedepan.

“Jangan sampai ketidakterlibatan remaja di masjid dikarenakan mindernya para remaja akibat pengurus tidak memberikan kebebasan terhadap inovasi remaja”, pungkasnya.

Sementara itu menurut Ketua Masjid Agung As-Salam, Ibnu Amin, melalui program ini diharapkan memacu semangat jamaah untuk terus memakmurkan masjid dengan berbagai kegiatan lain sesuai tuntunan.

“Realita sekarang kalau bukan waktu shalat, sebagian masjid sangat sepi. Hanya pengurus yang sesekali membersihkan masjid. Kami tidak ingin hanya berlomba-lomba membaguskan bangunan masjid, tapi melupakan cara bagaimana memakmurkannya” pungkas Ibnu Amin.

PENULIS: Bayu Pratama Sembiring
EDITOR: Dodi Chandra

Universitas Terbuka Bikin Pokjar di Rawas Ilir Muratara, Ini Info Selengkapnya

Lagi, Kantor Dinas PUPR Muratara Ditutup Paksa