in

Polres Ajak Toko Adat Usulkan Perda Pelarangan Pesta Malam

MUSIRAWAS,Silmed.id – Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Musi Rawas, mengajak toko adat dan pemangku adat untuk mengevaluasi pesta malam.

“Hukum itu ada dua, yakni hukum tertulis dan tidak tertulis. Hukum tertulis dapat digunakan diseluruh Indonesia, seperti KUHP,” kata Kapolres Musi Rawas AKBP Suhendro melalui Kasat Binmas IPTU Yani Iskandar, Kamis (19/12/2019) di Pendopoan Bupati Musi Rawas.

Sedangkan hukum adat sambung Yani, hanya dipakai diwilayah tertentu, seperti diberlakukan di desa atau kabupaten. Di Kabupaten Musi Rawas ada adat yang perlu dievaluasi.

Pesta malam perlu dievaluasi bersama-sama, sehingga dapat diterbitkan peraturan daerah (Perda). Didalam pesta malam ada adat istiadat sumbangsi.

“Pesta malam sudah terkontaminasi dengan hal-hal yang tidak baik, seperti adanya pesta pora, yang dilakukan oleh anak muda, pesta poranya seperti adanya penyalagunaan narkoba, perjudian dan perzinaan, kenapa ada perzinaan karena dalam pesta malam banyak biduan tempel,” kata dia.

Jadi pesta malam perlu dievaluasi, sebab banyak mudoratnya daripada kebaikan. Pihaknya bisa saja melakukan tindakan tegas dengan membubarkan pesta malam, tapi dikhawatirkan akan terjadi bentrokan fisik, sehingga menimbulkan korban jiwa.

“Jika kami bertindak tegas, dikhawatirkan menimbulkan korban jiwa, baik dari masyarakat maupun dari kepolisian. Jangan sampai niat baik kami menimbulkan korban,” paparnya.

Jadi sambung dia, harus ada dasar hukum yang jelas sehingga ada sangsi tegas jika melanggar perda.

“Kami berharap dukungan dari toko adat dan pemangku adat, untuk diterbitkan perda pelarangan pesta malam,”pungkasnya.

PENULIS : Dedi Ariyanto

Jelang Nataru, Polres Mura Gelar Pelatihan Pengamanan

Pelantikan BPD Dilaksanakan di Kecamatan