ilustrasi
in

PLN Himbau Warga Jaga Jarak Aman Dengan Kabel Listrik

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Lubuklinggau, Mustofa menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati, dan menjaga jarak aman dengan kabel listrik terutama yang bertegangan tinggi.

Dikeluarkannya himbauan ini menyusul kejadian warga yang tersengat aliran listrik ketika membangun tenda hajatan, pada hari Senin (19/8/2019) dengan korban bernama Ahmad Suhardi (42) warga Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Utara I.

Mustofa menjelaskan beberapa arahan serta penjelasan yang dimaksudkan dapat dupahami oleh masyarakat luas.

“Energi listrik yang kita nikmati di rumah membutuhkan waktu dan proses penyaluran yang panjang. PLN membutuhkan jaringan listrik/sambungan tenaga listrik (STL) untuk menyalurkan atau memasok listrik ke rumah warga, perkantoran, pabrik, rumah sakit, hingga tempat ibadah,” ungkap Mustofa memulai penjelasannya kepada Silampari Media, Selasa (20/08/2019).

Berdasarkan konstruksi, STL terbagi menjadi dua, yaitu konstruksi melalui saluran udara dan konstruksi melalui kabel bawah tanah. STL melalui saluran udara lokasinya cukup dekat dengan lingkungan sekitar.

“Nah Meski STL melalui saluran udara terpasang sesuai SOP, terkadang masih saja terjadi pemadaman akibat mainan layang-layang, ranting pohon yang mengenai STL bahkan warga tersetrum listrik saat memasang antena, tenda, ataupun atap rumah. Oleh karena itu, STL melalui saluran udara harus mempunyai ruang bebas hambatan dan jarak aman,” sambungnya.

Ruang bebas hambatan adalah jalur lintas yang dilalui jaringan listrik yang bebas dari penghalang. Bila bersentuhan dengan penghantar, dapat menyebabkan gangguan atau padam. Sementara jarak aman adalah jarak antara sambungan tenaga listrik dengan benda atau lingkungan hidup terutama pengguna tenaga listrik yang dianggap aman.

“Untuk permukaan jalan raya utama jarak amannya sesuai SNI itu 6 meter, permukaan jalan lingkungan, 5 meter, Halaman penduduk/lahan kosong 4 meter, balkon rumah, menara tower, papan reklame, ranting pohon, itu 3 meter dan atap rumah 1 meter,” kembali Mustofa menjelaskan.

Listrik memang memberikan banyak manfaat untuk kehidupan manusia. Namun bila tidak berhati-hati, energi listrik bisa menyebabkan bencana seperti kebakaran. Jadi hindarilah berberapa kegiatan yang dapat mengganggu jaringan listrik seperti memasang antena/reklame/baliho/umbul umbul/neon box di dekat jaringan listrik, bermain layang-layang menggunakan arku atau kawat di sekitar jaringan listrik, mencantol listrik untuk penerangan, mendirikan atau memperbaiki bangunan yang terlalu dekat dengan jaringan listrik tanpa koordinasi dengan PLN, membakar sampah atau bermain petasan di bawah jaringan listrik, membiarkan ranting-ranting pohon mengenai jaringan listrik, serta memarkir truk atau trailer di dekat jaringan listrik.

Kegiatan yang mengganggu jaringan listrik tersebut selain membahayakan juga dapat menyebabkan padam listrik yang pemulihannya membutuhkan waktu lama. Petugas harus menelusuri sepanjang jaringan untuk mencari titik gangguan.

“Untuk mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan, mari jaga jaringan listrik demi kemanan dan kenyamanan bersama. Apabila ada yang melakukan tindakan membahayakan jaringan listrik maka peringatkan, hentikan, dan laporkan ke contact center PLN 123,” tutupnya.

PENULIS : Bayu Pratama Sembiring
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Kades Lubuk Rumbai Dilapor ke Polisi

Hingga Agustus 2019 Pencapaian PBB Musi Rawas Baru 24,82 Persen