ilustrasi.
in

Plasma Hanya Satu Kelurahan dan Dua Desa

MUSI RAWAS, Silmed.id – Karena sulit mendapatkan lahan, akhir hanya dua desa dan satu kelurahan di Kecamatan Muara Lakitan, yang mendapatkan plasma dari perusahaan.

“Hanya dua desa satu kelurahan, yakni Desa Lubuk Pandan, Semeteh dan Kelurahan Muara Lakitan, yang mendapatkan plasma,” jelas Camat Muara Lakitan Frewan Novio kepada Silampari Media, Jum’at (23/8/2019).

Lanjut dia, untuk Desa Lubuk Pandan seluas 800 hektar, Semeteh 200 hektar dan Kelurahan Muara Lakitan 300 hektar. Dalam membangun kebun plasma, dimotori oleh dua perusahaan yakni PT Bina Saind dan PT Djuanda Sawit Lestari (DSC).

“Baru dua desa dan satu kelurahan, yang lainnya akan menyusul, metode yang digunakan dua perusahaan ini berbeda dalam membangun kebun plasma, PT DSC langsung membeli lahan milik masyarakat, lalu dibangun kebun plasma, kalau PT Bina Saind tidak membelikan lahan, namun lahan masyarakat dibangun kebun sawit,” paparnya.

Lambatnya pembangunan kebun plasma tersebut, dikarenakan lahan harus diidentifikasi. Lalu lahan dibebaskan.

“Prosesnya lambat, karena mesti indentifikasi dan mengukur lahan,”ujarnya.

PENULIS : Dedi Ariyanto
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Si Jago Merah “Betah” Di Lubuklinggau, Giliran Taba Jemekeh Disapa

Diduga Pengangkatan Sekdes Padu Raksa Tak Sesuai Perbup