DILARANG - Warga Desa Anyar Kecamatan Muara Lakitan, menjaga disisi jalan. Mareka melarang kendaraan milik PT TAS dan Lonsum melintas di jalan desa.
in

PHP, Warga Larang Kendaraan Perusahaan Melintas

MUSIRAWAS,Silmed.id – Memberikan harapan palsu, warga Desa Anyar Kecamatan Muara Lakitan, melarang PT Tani Andalas Sejahtera (TAS) dan PT Lonsum Gunung Bais, melintas di Jalan Desa Anyar.
Senin (02/12/2019).

“Warga melarang kendaraan milik dua perusahaan yakni PT TAS dan Lonsum, melintas di jalan desa. Hal itu disebabkan, pihak perusahaan disinyalir memberikan harapan palsu,”kata Kades Anyar Herman Sawiran kepada Silampari Media.

Menurut Eng sapaan akrab Herman Sawiran, warga hanya meminta kejelasan terkait proses ganti rugi tanam tumbuh (GRTT) lahan milik warga. Sebab sampai saat ini pihak perusahaan tidak memberikan kepastian.

“Warga saya tidak memortal ataupun menutup akses jalan, warga hanya melarang kendaraan milik perusahaan,”papar dia.

Aksi penutupan Akses jalan Desa itu karena warga mememintak kejelasan terkait ganti rugi lahan yang telah di ukur oleh pihak perusahaan PT Tani Andalas sejahtera.

“Sudah setahun warga menyerahkan lahan, tapi belum ada kejelasan. Jadi warga merasa di PHP,”ceritanya.

Dia menjelaskan, masyarakat Desa Anyar yang menyerahkan Lahan kepada pihak PT TAS sebanyak 57 kepala keluarga (KK) dan lahan diserahkan itu juga sudah dari tahun 2018 lahu.

“Sebelum ada kejelasan maka aksi ini tidak akan berhenti,” pungkasnya.

Sementara itu Manager PT Tani Andalas Sejahtera (TAS) Rani dihadapan puluhan masyarakat Desa Anyar mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan kapan realisasi pembayaran ganti rugi lahan masyarakat tersebut, namun pihaknya hanya bisa menanyakan kepada pimpinan yang lebih tinggi.

“Untuk saat ini seluruh berkas sudah diantar ke kantor palembang, namun untuk ganti ruginya kami belum bisa memastikanya, yang pasti kami pimpinan disini hanya bisa menanyakan terus kepada kantor Palembang dan Jakarta,” ungkap dia singkat.

PENULIS : Dedi Ariyanto

Santai Siang Bersama Hotel Dafam Linggau

Sulaiman Kohar Optimis Kontingen NPCI Masuk 10 Besar