in

Peraturan Walikota Batasi Waktu Pesta Malam

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono mewanti-wanti kepada warga Lubuklinggau yang berniat menyelenggarakan pesta malam, agar membatasi hiburan hingga pukul 22.30 WIB.  Kapolres menyebutkan jika aturan ini tertuang dalam Peraturan Walikota. Tujuan dari pembatasan jam pesta malam ini untuk mengurangi efek negatif di masyarakat. Karena identik maraknya peredaran minuman keras dan peredaran narkoba.

“Aturannya sudah tertuang dalam peraturan walikota (Perwal) Lubuklinggau. Pembatasan pesta malam ini semestinya diberlakukan sejak Februari lalu. Namun saat itu bertepatan dengan pelaksanaan pemilu,” kata Kapolres.

Sehingga, Polres Lubuklinggau mulai bulan Desember mendatang akan menindak tegas pesta malam yang melewati batas waktu yang ditentukan.

Untuk diketahui, Perwal nomor 1 tahun 2019 itu sudah ditetapkan dan diundangkan sejak Tanggal 2 Januari 2019 lalu. Dalam Perwal itu juga disebutkan maksud dilakukannya pengaturan pesat malam ini adalah sebagai upaya pengendalian dan pembatasan waktu kegiatan pesta malam serta untuk meminimalkan perbuatan negatif yang mungkin terjadi dari kegiatan pesta malam.

Pada pasal 7 tertulis setiap orang dilarang melaksanakan Pesat Malam diluar waktu penyelenggaraan yang ditetapkan yakni dimulai dari pukul 19.00 WIB dan berakhir paling lambat pukul 22.30 WIB.

Sanksi jika melanggar ketentuan itu maka pesta malam akan dihentikan atau dicabut izin keramaiannya. Dan untuk pemilik orkes/orgen juga akan dicabut izin operasionalnya serta dilakukan penyitaan alat orkes/orgen oleh pihak kepolisian.

Selain itu, dalam Perwal Nomor 1 Tahun 2019 ini juga mengatur persyaratan izin keramaian. Kemudian juga membuat beberapa surat pernyataan kesediaan untuk tidak melakukan kegiatan ketika adzan atau pada waktu beribadah dan bersedia berpakaian sopan sesuai dengan norma kesopanan, kesusialaan dan agama serta bersedia tidak menggunakan narkoba, psikotropika dan zat adiktif lainnya.

Tak hanya itu, penyelenggara pesta malam yang menggunakan alat musik dilarang menyajikan dan menampilkan penrtujukkan yang mengarah kepada pornografi dan prono aksi. Dilarang menampilkan musik remix yang tidak sesuai dengan norma kesopanan, kesusialaan dan agama.

PENULIS: Dodi Chandra 

50 Peserta Ikuti Pelatihan Sertifikasi TKK

Evo Dance School, Sekolah Dance Pertama di Kota Lubuklinggau