APEL - Apel yang dilakukan pegawai Lapas saat pergantian shif. Apel pun dipimpin oleh KPLP Lapas, Indra Yudha, Senin (21/10/2019). Foto Jofan Silmed.
in

Penjagaan Lapas Terkendala Kurangnya Personil dan Alat Pemantau

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Guna menekan pelanggaran yang dilakukan para warga binaan di Lapas Kelas IIA Lubuklinggau, keamanan pun dijaga dengan ketat. Namun hal ini terkendala beberapa hal. Demikian disampaikan Kepala Lapas, Imam Purwanto melalui Kepala KPLP, Indra Yudha kepada Silampari Media, Senin (21/10/2019).

Indra Yudha menjelaskan, jika pihaknya selalu melakukan razia baik yang terencana maupun isidentil. Selain itu pihaknya juga melakukan pemeriksaan kepada setiap para pengunjung ketika masuk. Karena beberapa kali pihaknya ketahui, modus pelanggaran dilakukan dengan melalui pengunjung, termasuk keluarga.

“Cara mereka bermacam-macam. Terutama yang pengunjung wanita, mereka menyimpan handphone didalam tempat-tempat yang privasi, seperti di bra dan sebagainya. Kami pun sudah berusaha melakukan pemeriksaan kepada pengunjung terkhusus dilakukan pegawai wanita,” ungkapnya.

Namun hal itu, masih belum dikatakan cukup baik dilakukan. Hal ini dikarenakan pihaknya masih kekurangan anggota.”Warga binaan kami ada sekitar 964 orang. Mereka dijaga oleh 6 orang setiap shiftnya. Tentu ini tidak sebanding dengan jumlah yang ada termasuk setiap pengunjung dari pihak keluarga,” lanjutnya.

Walaupun pihaknya sudah mengajukan penambahan anggota sebanyak 100 orang. Namun dalam 2 tahun terakhir hal tersebut belum bisa dipenuhi oleh Kementerian Hukum dan Ham. Selain hal tersebut, pihaknya juga terkendala dikarena semua CCTV di Lapas padam akibat tersambar petir.

“Sebenarnya penjagaan yang kami lakukan selain razia. Itu juga harus didukung dengan peralatan komunikasi seperti HT. Selain itu juga CCTV pemantau. Dengan jumlah yang ada rasanya kurang efektif jika harus berkeliling. Makanya kami juga terkendala, dikarena semua CCTV yang ada mati, ini bisa dikarenakan rusak disambar petir,” beber pria yang sudah 1 tahun lebih bertugas di Lapas Lubuklinggau.

Untuk itu, pihaknya juga berharap kepada semua pihak untuk dapat memberikan bantuan terkait hal pengamanan di Lapas.”Harapan pertama, tentu kami minta ada penambahan personil dari Kementerian. Selain itu ada saluran tangan bantuan CCTV dari pemerintah kota dan kabupaten. Mengingat Warga binaan disini bukan hanya dari 1 kota, tetapi ada juga dari wilayah Lubuklinggau, Musi Rawas dan Musi Rawas Utara,” harapnya.

PENULIS : Jofan Saputra
EDITOR   : Dedi Ariyanto

PDAM Padam, Warga Angkut Air Irigasi

Peringati HUT Golkar, Gelar Berbagai Perlombaan dan Bakti Sosial