TUNJUK. Kepala Dapur Panti Sosial Tresna Werdha, Wariah menunjukkan satu-satunya kran yang hidup, Jumat (19/7/2019). Foto: Bayu_Silmed
in

Penghuni Panti Jompo Jarang Mandi dan Susah BAB

Akibat PDAM Rusak

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Permasalahan penyaluran kebutuhan air oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Lubuklinggau nampaknya masih menjadi masalah tersendiri bagi warga Kota Lubuklinggau. Tak terkecuali bagi para penghuni Panti Sosial Tresna Werdha, yang beralamat di Jl. Garuda, Kelurahan Kayuara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau. Padahal jarak antara PDAM dan Panti Jompo ini hanya berselang sekian ratus meter saja.

Wariah (46), Kepala Dapur Panti Sosial Tresna Werdha Kota Lubuklinggau mengatakan, keadaan tersebut sudah berlangsung selama lebih kurang satu bulan yang lalu. Nampak aliran air PAM hanya hidup di satu kran saja sementara yang lain tidak berfungsi sama sekali.

“Kondisi ini sudah berlangsung sejak satu bulan yang lalu, para kakek nenek penghuni wisma nampak kesusahan sekali dengan keadaan ini,”ujarnya saat ditemui di dapur umum Panti Sosial Tresna Werdha oleh wartawan Silampari Media, Jum’at (19/07/2019).

Bagaimana tidak mereka harus mengantri dan mengambil sendiri kebutuhan air mereka di satu-satunya kran yang hidup. Kami kasihan dan tiap sore bahu membahulah menolong penghuni wisma
Menurut Wariah, kondisi seperti ini sangat menyulitkan para penghuni wisma terkhusus untuk Mandi dan BAB.

“Iya yang susah itu kalau di BAB, kalau air tidak ada terkadang WC di masing-masing wisma itu kotor dan gak bisa dibersihkan. Paling menunggu air yang dari kran hidup itu. Kan penghuni wisma itu para jompo, mereka terkadang sangat kesulitan mencari air kalau tidak dari WC mereka sendiri. Bahkan ada yang sampai tidak mandi dan susah BAB,” tambahnya.

Wariah pun mengatakan jika pihaknya sudah memberitahukan kepada PDAM namun sampai saat ini belum ada realisasinya.

“Kami sudah melaporkan kepada PDAM melalui ketua yayasan, dan jawaban dari PDAM katanya ada pipa yang bocor dan masih dalam tahap perbaikan namun sampai saat ini belum juga hidup. Saat ini kami mengandalkan kran satu-satunya yang hidup,” lanjut Wariah.

Namun menurutnya saat ini PDAM juga memberikan solusi lain yakni selama tahap perbaikan pihak PDAM sudah beberapa kali mengirimkan bantuan air melalui mobil tangki. Wariah berharapa kondisi tersebut dapat terselesaikan secepatnya.

“Semoga cepat diperbaiki dan kalau bisa sekalian pipa-pipa yang ada mohon untuk diganti. Karena sudah puluhan tahun tidak diganti dan sudah banyak sambungan-sambungannya,” harap Wariah.

Sementara Hadi, Kepala Bidang Teknik PDAM Kota Lubuklinggau saat dikonfirmasi membenarkan keadaan tersebut.

“Iya keadaan tersebut karena ada pipa saluran yang rusak. Saat ini dalam tahap perbaikan. Mengapa lama? karena saat ini kami masih menunggu alat yang diperlukan untuk datang. Kalau alat yang diperlukan sudah ada pasti akan langsung kami perbaiki. Mudah-mudahan kalau tidak ada halangan dalam tiga hari ini sudah bisa diatas,” terang Hadi.

Hadi juga menerangkan kepada siapapun yang memiliki keluhan, silahkan laporkan ke PDAM agar bisa mengetahui secara jelas masalahnya.

“Masyarakat kalau bisa, jika ada keluhan, mohonlah, untuk memberikan laporan kepada kami langsung. Jangan curhat di media sosial atau mengadu kepada wartawan tanpa konfirmasi kepada kami. Sehingga kami bisa memberikan solusi terbaik terhadap keluhan tersebut,” sambung Hadi.

Untuk diketahui, Panti Sosial Tresna Werdha sendiri saat ini memiliki 27 orang penghuni wisma dan delapan karyawan pengelola yang tinggal bersama di Panti tersebut. Sehingga kebutuhan akan air memang menjadi sangat pokok bagi Panti Sosial Tresna Werdha.

PENULIS : Bayu Pratama Sembiring
EDITOR: Dodi Chandra

Baru Lima Masjid Dilakukan Validasi Arah Kiblat

Konsumsi Air Sungai Rawas, Warga Mengidap Penyakit Kulit