in

Penggiat Anti Narkoba Lubuklinggau, Benteng Utama Pencegah Bahaya Narkoba

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) selain pada fungsi pokoknya melakukan pemberantasan penyalahgunaan narkoba, ia juga memiliki fungsi yang lebih penting yakni pencegahan. Maka dari itu sebagai bentuk utama pencegahan penyalahgunaan narkoba khususnya di kalangan remaja, BNN membentuk sebuah satgas yang diberi nama Relawan Penggiat Anti Narkoba. Tak terkecuali Lubuklinggau, Penggiat Anti Narkoba Kota Lubuklinggau telah banyak melakukan kegiatan-kegiatan guna pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba.

Adalah Muhammad Raka Dipa, Ketua Umum Penggiat Anti Narkoba Kota Lubuklinggau beserta dengan rekan-rekannya mendedikasikan diri untuk ikut serta menjaga keberlangsungan generasi penerus bangsa dari ancaman bahaya narkoba. Dengan kegiatan-kegiatan kreatifnya, pihaknya mengkampanyekan secara positif dan menarik terkait slogan BNN “Stop Narkoba”, serta memfokuskan jalan menjadi benteng utama pencegah bahaya narkoba.

Seperti yang akan dilakukan pihaknya dalam waktu dekat ini yaitu akan membentuk penggiat anti narkoba tingkat SMA se-Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musirawas Utara serta akan menggelar seleksi Duta Anti Narkoba Kota Lubuklinggau.

“Dengan berkoordinasi bersama kawan-kawan penggiat di Muratara, kami berkomitmen untuk membentuk relawan anti narkoba ini sampai tingkat sekolah. Sudah kami rapatkan bersama dengan pihak BNN Kota Lubuklinggau. Dan rencananya akan kami mulai untuk pembentukannya pada awal Agustus . Dan akhir tahun, Desember nanti akan diadakan Pemilihan Duta Anti Narkoba Tingkat Kota Lubuklinggau. Mudah-mudahan dengan kegiatan tersebut semakin memacu anak-anak muda untuk menjauhi narkoba,” ujar pria kelahiran Sukabumi, 4 Maret 1996 itu.

Ia juga menerangkan pembentukan penggiat anti narkoba tingkat SMA nantinya pihaknya akan turun langsung ke SMA-SMA di Kota Lubuklinggau dan Muratara untuk mensosialisasikan program.

“Seluruh pengurus yang ada tanpa terkecuali itu sekitar lebih kurang 50 anggota akan turun ke SMA-SMA untuk membentuk dan mengaktifkan kembali program penggiat anti narkoba ini secara langsung. Sekaligus nanti rekan-rekan akan mensosialisasikan bahaya penggunaan narkoba itu sendiri,” sambung Raka.

Raka juga menerangkan nantinya para kader penggiat anti narkoba tingkat SMA akan diberikan pembekalan terkait tugas-tugasnya.

“Secara tekhnis akan kami beritahukan tugas-tugas penggiat itu apa saja, ya contohnya seperti campaign media seperti pemasangan spanduk, standing banner, stiker dan sebagainya. Kemudian memberikan penyuluhan dan pelatihan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di tingkat sekolah serta memberikan informasi adanya indikasi peredaran gelap narkoba kepada pihak sekolah maupun lembaga yang berwenang seperti BNN dan kepolisian,” jelas pria peraih Penghargaan Tokoh Pemuda Kebanggaan Sumatera Selatan Tahun 2017 itu.

Hingga saat ini, penggiat anti narkoba telah terbentuk di delapan SMA se-Kota Lubuklinggau, yaitu SMK YADIKA, SMAN 2, SMAN 3, MAN 1, MAN 2, SMAN 5, SMAN 7, dan SMAN 4 dengan jumlah relawan 120 orang. Namun karena kendala teknis maka pembinaan beberapa waktu terakhir dalam keadaan vakum.

“Untuk itu perlu dihidupkan kembali dan saat ini kami bersama BNN Kota Lubuklinggau sudah berkomitmen untuk itu,” sambung raka.

Sementara itu, Plt Kepala BNN Kota Lubuklinggau Apandi, SE mendukung penuh kegiatan tersebut.

“Semua kegiatan yang bersifat positif akan kami dukung. Apalagi kegiatan tersebut sangat bermanfaat dan dapat membantu tugas BNN dalam rangka melakukan pencegahan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. InsyaAllah pemuda pemudi di Kota Lubuklinggau akan semakin kuat imannya dan dapat meraih masa depan yang baik tanpa narkoba,” ungkap Apandi.

Penggiat Anti Narkoba Kota Lubuklinggau sendiri sudah dibentuk sejak 6 Juli 2017. Sampai saat ini Penggiat Anti Narkoba Lubuklinggau telah melakukan berbagai macam kegiatan seperti Pelatihan P4GN Penggiat Anti Narkoba tingkat Kota Lubuklinggau, Turnamen Futsal PAN Cup pada Tahun 2017 serta Jambore Daerah Penggiat Anti Narkoba Tingkat Kota Lubuklinggau, April 2018 yang lalu.

“Dengan hal tersebut di atas, mari semua berharap dunia masa depan, akan terbebas dari bencana mematikan invasi narkoba yang tanpa belas kasihan,” tambah Apandi.

PENULIS: Bayu Pratama Sembiring
EDITOR: Dodi Chandra

KNPI Muratara Jangan Sampai Dua Versi

Masa Kampanye Pilkada 2020 Dipangkas Jadi 71 Hari