Pelaku pencurian di dinas Koperasi-UKM Lubuklinggau berhasil diungkap. Foto : Jofan Silmed
in

Pencuri Ac Diskop UKM Lubuklinggau Behadil Diringkus

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Pelaku pencurian 3 unit blower AC pada Dinas Koperasi dan UKM (Diskop-UKM) Kota Lubuklinggau berhasil diungkap oleh Kepolisian setelah melakukan kolaborasi dengan Satuan Unit intel dan reskrim Polsek Lubuklinggau Barat pada Kamis (28/11/2019).

Pelaku berjumlah 4 orang, diantaranya adalah Agung (21) warga Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Andra (21) warga Kaliserayu, Doni (22) dan Toha (20) warga Kenanga I yang masuk kedalam wilayah Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Kapolsek Lubuklinggau Barat, IPTU Suryadi melalui Kanit Reskrim, Aiptu Paisal didampingi Kanit Intel, Aiptu IbnuI menjelaskan motif tersangka bermula saat Andra dan Agung masuk ke Kantor Diskop UKM Lubuklinggau, yang berada di Kelurahan Keputraan, Kecamatan Lubuklinggau Barat II pada Senin (25/11/2019).

“Andra ini perannya sebagai eksekusi, dialah orang yang masuk dan melepas semua Ac. Setelah selesai, Agung membawa barang tersebut,” jelas Paisal, Kamis (28/11/2019).

Setelah itu, ia melanjutkan barang hasil curian dibawa ke rumah Toha untuk dititipkan yang kemudian dijual bersama Doni.

“Dari hasil curian itu dijual dan mendapatkan uang sebesar Rp 1.050.000. Namun sebelum uang itu dibagi-bagikan tersangka Toha dan Doni langsung kami ciduk,” lanjutnya.

Dari hasil pengembangan, barulah diketahui keberadaan kedua pelaku lainnya. Yang langsung dilakukan penangkapan pihak Kepolisian.

“Andra ini ditangkap di rumahnya saat tidur, bahkan sempat mau melarikan diri. Sedangkan Agung juga sama kami tangkap di rumah,” ungkapnya.

Dari hasil penangkapan tersebut, didapati barang bukti 3 blower ac, 1 unit sepeda motor dan tools yang digunakan pelaku.

Akibat perbuatannya tersebut, ke empat tersangka ini dikenakan pasal 363 ayat 2 KUHP dengan ancaman kurungan penjara paling lama 5 tahun.

PENULIS : Jofan Saputra
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Polres Menerima 10 Serahan Senpi

Daripada Dipenjara 12 Tahun, Warga Pilih Serahkan Senpira Sukarela