in

Pemkot Akan Batasi Aktivitas di Pasar

LUBUKLINGGAU,Silmed.id – Setelah menerapkan kawasan physical distancing dan social distancing serta wajib masker, Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau berencana melakukan pembatasan di pasar, untuk menghindari kerumunan. Hal ini sebagai upaya menindaklanjuti bertambahnya pasien positif Virus Corona Disease (Covid-19) di Lubuklinggau.

Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe mengatakan, saat ini yang bisa mereka lakukan adalah melakukan pembatasan kegiatan masyarakat. Kedepan, kawasan pasar yang akan mereka lakukan pembatasan. Tujuannya kata Nanan, supaya tidak terjadi penumpukan pembeli.

“Kemungkinan kita batasi jamnya saja, supaya tidak ada penumpukan pembeli. Bukan ditutup tapi kita batasi, sehingga masyarakat kita maupun masyarakat dari daerah lain tetap bisa belanja,” kata Nanan.

Lanjut Nanan, hal ini dilakukan sebelum PSBB bisa diusulkan. Menurutnya dalam masa darurat seperti ini selagi tidak melanggar aturan yang ada, pemerintah bisa berinovasi melakukan pencegahan.

Ekonomi di Lubuklinggau harus tetap berjalan, namun di sisi lain kesehatan masyarakat harus diprioritaskan, ini yang harus dijaga. Tidak harus PSBB dulu baru disikapi, yang penting bisa tidak pihaknya melakukan upaya-upaya dalam keadaan darurat seperti ini. Ia meyakini, sampai saat ini pasar di Lubuklinggau tetap berjalan seperti biasanya, transaksi antara pedagang dan pembeli tetap terjadi.

“Kita juga tidak bisa melarang mereka dari luar daerah untuk tidak belanja di Lubuklinggau. Seperti di Pasar Blok A dan B rata-rata pembelinya dari Musi Rawas, lalu di PBS dari Muratara. Kalau kita tutup pasarnya, juga berat. Bukan soal Lubuklinggau tidak dapat rezeki, tetapi keselamatan masyarakat yang juga harus kita jaga. Keseimbangan antara keselamatan dan ekonomi yang kita perhatikan. Makanya, pembatasan yang kita ambil,” pungkas Nanan.

PENULIS : Putri Rianita

ABPEDNAS Minta Usut Otak Pelaku Pembacokan Ketua BPD Tri Anggun Jaya

Yuk Buka Puasa di We Hotel Lubuklinggau, Makan Enak, Harga Bersahabat