in

Pelantikan Wakil Ketua I DPRD Muratara dari Demokrat Ditunda

MURATARA, Silmed.id – Akhirnya pimpinan sementara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang dijabat oleh Effriyansah dari Partai Gerindra dilantik menjadi defenitif, Kamis (24/10/2019).

Namun pelantikan unsur pimpinan DPRD ini tarjadi kejanggalan karena hanya Ketua dan Wakil Ketua II, yang dilantik sedangkan Wakil Ketua I dari partai Demokrat belum dilantik lantaran masih ada permasalahan internal partai.

Sekretaris DPRD Muratara, Saidi AZ menyampaikan mengenai ditundanya pelantikan Wakil Ketua I dari Partai Demokrat dikarenakan masih ada masalah internal di partai yang belum selesai.

Beberapa waktu lalu pihaknya sudah menerima surat dari mahkamah Partai Demokrat, yang meminta agar tidak dilakukan pelantikan terhadap Amri Sudaryono, meskipun SK DPP Nomor 156, sudah menujuk Amri sebagai Wakil I DPRD Muratara.

“Kita menghargai surat dari mahkamah Partai Demokrat sampai permasalahan antara Sukri Alkap dan Amri Sudaryono selesai di internal partai, baru dilaksanakan pelantikan. Sementara menunggu permasalahan internal mereka selesai, DPRD akan dipimpin oleh Ketua dan Wakil Ketua II dulu,” tegas Saidi.

Saidi mengaku tidak ada deadline mengenai berapa lama mereka menyelesaikan permasalahan di internal partai mereka.

“Namun kita harapkan secepatnya, meskipun dipimpin oleh dua pimpinan yang ada sudah bisa dan tidak mempengaruhi agenda dewan,” jelasnya.

Sementara, Sekretaris Partai Demokrat Kabupaten Muratara, Dedy membenarkan bahwa pelantikan Wakil Ketua I, DPRD Muratara dari Partai Demokrat masih ditunda berdasarkan surat dari Mahkamah Partai No. 11/MP/10/20/2019 tertanggal 4 Oktober 2019.

Karena saat ini masih dalam penyelesaian perselisian internal partai (PIP) masuk dengan register 0014/PIP-MP/2019 hingga ada keputusan lebih lanjut kedepannya.

“Insya Allah bulan depan sudah selasai, karena di internal partai mekanisme yang diikuti sesuai dengan AD/ART Partai Demokrat,” ungkapnya.

Ia kembali menjelaskan, Mahkamah Partai adalah komisi penyelesaian sengketa internal, untuk saat ini ada pelanggaran yang terjadi di Demokrat yaitu melanggar juklak dan peraturan organisasi.

Dimana Amri Sudaryono telah mengajukan unsur pimpinan yang dilakukan olehnya untuk dirinya sendiri sedangkan dia tidak diusulkan melaluI DPC dan DPD Demokrat.

Karena dalam juklak mekanisme pengajuan unsur pimpinan yakni dari DPC Demokrat Muratara telah mengusulkan 3 nama ke DPD kemudian usulan itu diteruskan ke DPP diantaranya Sukri Alkap, Muhammad Ruslan dan Aguscik.

PENULIS : Farlin Addian
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Stiker PKH Belum Dipasang Karena Masalah Dana, Namun Sudah Ada KPM PKH Yang Mundur

Warnet Yang Masih Buka Hingga Subuh Akan Ditindak Tegas, Karena Mengganggu Warga